SENTANI, Papuaterkini.com – Sekitar 500 orang yang terdiri dari pemuda adat, tokoh masyarakat, dan para Ondoafi dari berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura menghadiri Deklarasi Gerakan Pemuda dan Rakyat (GARDA) yang digelar di Lapangan Theys Eluay, Sentani, Senin (3/8/2026).
Deklarasi tersebut menjadi momentum kebangkitan pemuda adat untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta mendukung pembangunan di Kabupaten Jayapura menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Ondoafi, Anderson Tokoro, membacakan lima poin deklarasi yang menjadi komitmen bersama pemuda dan masyarakat Kabupaten Jayapura.
Lima poin tersebut meliputi komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menolak provokasi, ujaran kebencian, hoaks, radikalisme, serta segala bentuk tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, GARDA juga menyatakan dukungan terhadap terciptanya situasi yang aman dan kondusif sebagai fondasi pembangunan, menegaskan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta siap menyukseskan peringatan HUT ke-81 RI dengan semangat nasionalisme.
Deklarasi juga menegaskan dukungan terhadap program pembangunan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Jayapura demi mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera. Seluruh elemen masyarakat diajak menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta memperkuat semangat gotong royong.
“Demikian lima poin pernyataan sikap yang disampaikan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan itikad baik untuk menjadi pedoman moral dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian di Kabupaten Jayapura,” ujar Anderson.
Tolak Tindakan Anarkis
Dalam sambutannya, Ondoafi Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, mengapresiasi inisiatif generasi muda yang menggagas deklarasi tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
Ia juga mengenang perjuangan almarhum Theys Eluay yang dinilai telah memperjuangkan kepentingan seluruh masyarakat Papua hingga lahirnya kebijakan Otonomi Khusus (Otsus).
Menurutnya, perjuangan tersebut berbeda dengan kelompok yang dinilai hanya memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu.
“Kami masyarakat Tanah Tabi menolak tindakan anarkis. Tolong hargai tempat di mana kaki berpijak, sebab masih ada kami yang mendiami tempat ini,” tegasnya.
Pemuda Diminta Terus Bergerak
Deklarasi GARDA turut didampingi Ondoafi Kampung Bambar, Orgenes Kaway. Ia menilai momentum bulan Agustus menjadi saat yang tepat untuk membangkitkan semangat persatuan dalam bingkai kemerdekaan Indonesia.
Menurut Orgenes, generasi muda harus terus bergerak membangun daerah, sementara para orang tua akan memberikan dukungan dan doa.
“Kami yang tua akan berdoa agar bangsa ini terus menjadi rumah besar bagi semua,” ujarnya.
Orgenes juga mengajak seluruh pemuda tetap bersatu dan tidak mudah terpecah belah.
“Jika pemuda bersatu, pasti ada sesuatu yang bisa mereka buat. Kami mewakili sembilan dewan adat suku mendukung penuh kegiatan deklarasi ini,” katanya.
Ia berharap GARDA tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melahirkan berbagai program nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat anak muda harus terus dipelihara tanpa selalu bergantung pada pemerintah.
“Kalau pemuda bisa berjalan sendiri, itu jauh lebih hebat. Garda Pemuda harus terus dipertahankan dan diisi dengan kegiatan-kegiatan konkret demi kemajuan Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.
Kegiatan deklarasi GARDA juga dimeriahkan dengan pentas seni budaya serta penampilan komika lokal yang menambah semangat kebersamaan para peserta. (bat)














