JAYAPURA, Papuaterkini.com – Forum Komunikasi Pemuda Nusantara (FKPN) mulai disosialisasikan di Papua sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi pemuda lintas paguyuban dari Sabang hingga Merauke.
Sosialisasi dan pengenalan organisasi tersebut digelar Tim Formatur FKPN dengan mengundang sejumlah pemuda dari berbagai paguyuban dari Sabang hingga Merauke. Kegiatan berlangsung di Cafe Isasai, Jalan Gelanggang II Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, akhir pekan lalu.
Ketua Tim Formatur FKPN, Alberth Modouw, mengatakan FKPN dibentuk sebagai ruang komunikasi lintas paguyuban untuk memperkuat persatuan, menjaga silaturahmi, serta mencegah potensi konflik horizontal dan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Menurut Alberth, pembentukan FKPN dilatarbelakangi kondisi keamanan serta munculnya berbagai isu SARA di Papua yang dinilai membutuhkan peran aktif pemuda dalam menjaga hubungan antarkelompok masyarakat.
“FKPN ini menjadi rumah bersama untuk membangun komunikasi lintas paguyuban, terutama dalam menghadapi persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, FKPN nantinya menjadi ruang komunikasi bagi pemuda dari berbagai paguyuban di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan wilayah sekitarnya. Selain memperkuat hubungan antarpemuda, forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi dan membangun kolaborasi secara bersama.
Alberth mengatakan proses pembentukan FKPN diawali dengan konsolidasi dan komunikasi bersama sejumlah paguyuban kepemudaan. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pengenalan organisasi untuk menyatukan persepsi serta membangun visi bersama.
“Rencananya FKPN akan dideklarasikan pada 28 Oktober 2026. Setelah deklarasi, kami akan melanjutkan ke tahapan musyawarah atau kongres,” katanya.
Selain mempersiapkan deklarasi dan musyawarah atau kongres, Tim Formatur juga akan melengkapi legalitas organisasi melalui proses administrasi dan pendirian organisasi, termasuk pengurusan akta notaris serta pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Alberth menegaskan FKPN terbuka bagi pemuda dari berbagai latar belakang dan paguyuban. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi pemuda dalam menjaga persatuan masyarakat di Tanah Papua.
“Papua merupakan bagian dari Indonesia dan menjadi tempat hidup berbagai suku bangsa. Karena itu, kita harus menegaskan bahwa kita semua hidup di tanah yang sama dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan,” ujarnya.
Pemuda Diharapkan Ambil Peran Cegah Konflik
Sementara itu, Sekretaris Tim Formatur FKPN, Rezkiana, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal yang digelar pada 28 Agustus 2026.
Menurutnya, pertemuan itu menjadi bagian dari tahapan kerja organisasi sebelum pelaksanaan deklarasi dan musyawarah atau kongres FKPN.
“Kami mulai menjalankan satu per satu kerja organisasi hingga nanti proses deklarasi dan musyawarah atau kongres berlangsung,” kata Rezkiana.
Ia mengapresiasi kehadiran para pimpinan paguyuban kepemudaan dalam pertemuan tersebut. Rezkiana menyebut sejumlah paguyuban menyampaikan bahwa selama ini belum terdapat wadah khusus yang dapat mengakomodasi peran pemuda ketika terjadi persoalan antarkelompok.
“Selama ini ketika terjadi konflik, biasanya orang tua yang turun langsung melalui kerukunan. Dengan terbentuknya FKPN, kami berharap pemuda juga dapat mengambil peran untuk mengantisipasi dan meminimalisasi konflik,” ujarnya.
Ia menambahkan, FKPN diharapkan tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi juga menjadi ruang komunikasi aktif bagi pemuda lintas paguyuban dalam menjaga keamanan, persatuan, dan hubungan sosial di Tanah Papua.
“Harapan kami, pemuda dapat berperan aktif dalam mengantisipasi konflik dan menjaga kebersamaan di Papua,” pungkasnya. (bat)















