Pemprov Papua Ingatkan Warga Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gubernur Fakhiri

Ilustrasi penipuan digital yang mengatasnamakan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Pemerintah Provinsi Papua kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya informasi palsu dan aksi penipuan yang mencatut nama, foto, suara maupun identitas Gubernur Papua Matius D. Fakhiri.

Modus tersebut beredar melalui berbagai platform, mulai dari WhatsApp, media sosial, meme hingga video yang diduga dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam sejumlah konten, pelaku biasanya menawarkan hadiah, bantuan atau pemberian uang dalam jumlah tertentu. Korban kemudian diarahkan untuk memberikan data pribadi, nomor rekening, informasi bank, melakukan transfer atau menghubungi nomor tertentu.

Juru Bicara Gubernur Papua, M. Rifai Darus, menegaskan bahwa informasi dengan modus tersebut merupakan hoaks dan masyarakat diminta tidak mempercayainya.

“Kami tegaskan bahwa Gubernur Papua tidak pernah membagikan hadiah atau uang ratusan juta rupiah kepada masyarakat melalui WhatsApp, media sosial, meme ataupun video. Jangan percaya, jangan memberikan data pribadi atau data perbankan, dan jangan melakukan transfer dalam bentuk apa pun,” tegas Rifai dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).

Menurut Rifai, modus penipuan dengan mencatut nama Gubernur Papua terus muncul berulang kali dengan menggunakan nomor telepon, akun, gambar, narasi maupun bentuk konten yang berbeda. Kemajuan teknologi AI, kata dia, juga memungkinkan wajah dan suara seseorang dimanipulasi sehingga sebuah video dapat terlihat seolah-olah benar berasal dari orang yang bersangkutan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua meminta masyarakat menjadikan imbauan tersebut sebagai penegasan umum terhadap seluruh modus serupa, baik yang sudah beredar maupun yang berpotensi muncul kembali.

“Kami tidak akan terus-menerus memberikan klarifikasi terhadap setiap konten palsu dengan modus yang sama. Mulai sekarang masyarakat perlu memegang satu prinsip: jika ada pihak yang mengatasnamakan Gubernur Papua, kemudian menjanjikan hadiah atau uang dan meminta data pribadi, rekening, PIN, OTP, transfer atau komunikasi ke nomor tertentu, jangan dipercaya,” ujarnya.

Pemprov Papua juga menegaskan bahwa setiap transaksi, penyerahan uang maupun pemberian data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan Gubernur Papua di luar saluran resmi pemerintah bukan merupakan bagian dari kegiatan maupun kebijakan Pemerintah Provinsi Papua.

Masyarakat diminta segera mengabaikan, memblokir dan melaporkan akun atau nomor yang melakukan tindakan tersebut. Warga juga diimbau tidak ikut menyebarluaskan konten yang diduga merupakan penipuan.

Rifai mengingatkan masyarakat untuk semakin berhati-hati di tengah perkembangan teknologi AI.
Menurutnya, melihat wajah seseorang atau mendengar suara yang menyerupai orang tersebut dalam sebuah video tidak lagi dengan sendirinya membuktikan bahwa informasi yang disampaikan benar.

“Jangan mudah percaya hanya karena melihat wajah Gubernur atau mendengar suara yang menyerupai Gubernur. Teknologi dapat dimanipulasi. Periksa sumbernya sebelum percaya dan jangan pernah menyerahkan data pribadi karena iming-iming hadiah,” pungkasnya.

Pemprov Papua mengimbau masyarakat selalu melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi resmipemerintah sebelum menindaklanjuti informasi yang mengatasnamakan Gubernur Papua. (bat)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *