BIAK, Papuaterkini.com – Pembangunan Mess Gereja Kristen Injili (GKI) di Kabupaten Biak Numfor kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2025. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berencana meresmikan mess tersebut pada awal tahun 2026.
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra bersama Wakil Bupati Jimmy C.R. Kapissa meninjau langsung progres penyelesaian pembangunan mess tersebut, Senin (3/11/2025). Dalam kunjungan itu, keduanya turut didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Mess GKI yang berlokasi di Biak ini dibangun dengan desain dua lantai, berukuran panjang 39 meter dan lebar 10 meter, serta memiliki 22 kamar. Secara keseluruhan, penyelesaian pembangunan mess ini menelan biaya sekitar Rp3 miliar, yang bersumber dari dana hibah Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025.
“Bantuan yang dialokasikan Pemerintah Biak Numfor bersumber dari dana hibah Otsus. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menyelesaikan Mess GKI yang sempat terbengkalai sekitar 12 tahun,” ujar Bupati Markus Mansnembra.
Wakil Bupati Jimmy C.R. Kapissa menambahkan, kelanjutan pembangunan mess tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah saat ini untuk menuntaskan proyek-proyek keagamaan yang sebelumnya terhenti.
“Pembangunan mess GKI ini kami lanjutkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah. Ini adalah salah satu janji awal kami setelah dilantik sebagai bupati dan wakil bupati,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran Mess GKI Biak Numfor tidak hanya menjadi fasilitas penting bagi pelayanan gereja, tetapi juga simbol dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan sarana pelayanan umat di Tanah Papua.“Selain di Jayapura, Mess GKI di Kabupaten Biak Numfor ini merupakan yang kedua di Tanah Papua. Semoga keberadaannya menjadi spirit baru bagi anak-anak GKI dan denominasi lainnya untuk terus membangun sarana pelayanan umat ke depan,” ungkap Kapissa.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Markus juga memastikan sejumlah detail pekerjaan yang tersisa, seperti pagar mess dan pematangan lahan, akan segera diselesaikan sebelum peresmian dilakukan.“Hal-hal yang masih kurang akan segera dituntaskan agar mess ini siap digunakan dan diresmikan awal tahun depan,” pungkasnya. (un)














