BI Papua Proyeksikan Ekonomi 2026 Lebih Tangguh, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pertumbuhan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Faturrahman bersama Pj Sekda Papua L Christian Sohilait dan Forkompinda Papua foto bersama pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu, 3 Desember 2025.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Papua pada 2026 akan tumbuh lebih baik dengan inflasi tetap terkendali pada kisaran sasaran nasional sebesar 2,5 ± 1%.

Proyeksi ini disampaikan Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar pada 3 Desember 2025 di Kantor Perwakilan BI Papua.

Faturachman menegaskan, untuk memperkuat ketahanan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah, sinergi lintas sektor harus diperkuat, sejalan dengan strategi nasional yang disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo, pada PTBI tingkat nasional.

Papua Pegang Peran Strategis dalam Target Pertumbuhan Nasional

Dalam pemaparannya, Faturachman menjelaskan bahwa Papua memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Papua berkontribusi sekitar 15% terhadap ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), dan 1,5% terhadap perekonomian nasional.

Untuk mewujudkan pertumbuhan yang kuat, BI menekankan sinergitas pada lima area prioritas, yakni: Memperkuat stabilitas dan mendorong permintaan, Hilirisasi, industrialisasi, dan ekonomi kerakyatan, Peningkatan pembiayaan, Akselerasi ekonomi dan keuangan digital dan Kerja sama investasi dan perdagangan antar-daerah maupun internasional.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam PTBI nasional sebelumnya juga memberikan apresiasi atas kinerja BI dan mendorong sinergi nasional demi transformasi ekonomi menuju kemandirian.

Dorong Diversifikasi Ekonomi Papua, Tidak Bergantung pada Tambang

Faturachman menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan melalui diversifikasi sumber pertumbuhan baru. Tahun 2025, BI Papua bersama Pemkab Biak mengintegrasikan destinasi Raja Ampat – Biak Numfor untuk memperkuat sektor wisata sebagai penopang ekonomi berkelanjutan.

BI Papua juga memperkuat pemberdayaan UMKM melalui berbagai agenda strategis seperti: Festival Cenderawasih,Festival Kopi Papua dan Papua Coffee Week di Jepang.

Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Stabilitas Harga

Pada aspek digitalisasi, BI memperluas penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui TP2DD serta membentuk ekosistem QRIS di rumah ibadah dan perparkiran.

Sementara untuk stabilitas harga—khususnya bahan pangan—BI menjalankan strategi 4K: Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif.

BI juga memperkuat koordinasi melalui TPID dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di empat provinsi: Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

BI Papua Berikan Penghargaan kepada 11 Mitra Strategis

Pada PTBI 2025, BI Papua memberikan penghargaan kepada 11 mitra strategis, mencakup UMKM, korporasi, pemerintah daerah, serta instansi lain yang dinilai berkontribusi dalam mendukung perekonomian Papua.

PTBI 2025 Dihadiri Pemangku Kepentingan Se-Papua

PTBI Papua 2025 dibuka oleh Pj. Sekda Provinsi Papua, Lukas Christian Sohilait, dan dihadiri kepala daerah, Forkopimda, instansi vertikal, perbankan, akademisi, media, dan korporasi. Forum ini menjadi ajang strategis BI menyampaikan kondisi ekonomi terkini dan arah kebijakan ke depan. (bat)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *