banner 728x90 ---- banner 728x90

Sadis, KKB Bantai 10 Warga Sipil di Nduga

Para korban kebrutalan KKB di Nduga tengah dievakuasi ke Timika, Papua.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah dengan dengan sadis dengan melakukan penyerangan dan penembakan terhadap warga sipil di Kampung Nonggolait, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua pada Sabtu, 16 Juli 2022 pukul 09.15 WIT.

Akibat pembantaian itu, setidaknya 10 orang warga sipil dilaporkan tewas dan 2 orang warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan secara brutal itu.

Pembantaian yang dilakukan KKB ini, mengingatkan kejadian pembantaian terhadap belasan karyawan PT Istaka Karya yang tengah mengerjakan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, 5 Desember 2018 lalu.

Kabid humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH saat ditemui di Media Center Bid Humas Polda Papua membenarkan kejadian penyerangan dan penembakan tersebut.

“Benar ada penyerangan dan penembakan oleh KKB di Kampung Nonggolait, Kabupaten Nduga pada Sabtu, 16 Juli 2022, pukul 09.15 WIT,” ungkap Kabid Humas Ahmad Kamal.

Kabid Humas Ahmad Kamal mengungkapkan kejadian itu, berawal saat korban dalam perjalan dari Kampung Kenyam tujuan ke Batas Batu dengan menggunakan Truk Dyna warna Merah Orange. Saat itu, para korban posisi duduk di Bak belakang truck itu, namun pada saat melintas di Kampung Nonggolait, tiba – tiba dihadang di tengah jalan kurang lebih berjarak 50 meter oleh KKB dengan jumlah sekitar 20 orang dengan 3 orang membawa senjata api panjang dan 1 orang terlihat membawa senjata pendek warna silver.

Saat truck berhenti, kemudian langsung ditembak kearah mobil dengan jarak kurang lebih 50 meter, sopir berusaha memundurkan mobil dengan jarak kurang lebih 100 meter, kemudian tetap ditembak kearah mobil yang mengenai supir,” jelasnya.

Kabid Humas Ahmad Kamal menjelaskan, para korban ditemukan di 4 TKP berbeda, diantaranya di jalan dekat truck dan di motor ditemukan 3 korban, selanjutnya 3 meter dari tempat pertama menuju ke arah Batas Batu dekat warung kelontongan ditemukan 6 korban dan 1 orang korban ditemukan di belakang warung. Selanjutnya, di tanjakan satu orang korban ditemukan di pinggir jalan dan yang terakhir juga ditemukan di jalan dekat dengan mobil Bupati.

“saat mobil berhenti kemudian langsung di tembak kearah mobil dengan jarak kurang lebih 50 meter, sopir berusaha memundurkan mobil dengan jarak kurang lebih 100 meter, kemudian tetap ditembak kearah mobil yang mengenai supir.

Kabid Humas Ahmad Kamal menjelaskan, para korban ditemukan di 4 TKP berbeda, diantaranya di Jalan dekat truck dan di motor ditemukan 3 korban, selanjutnya 3 meter dari tempat pertama menuju ke arah Batas Batu dekat warung kelontongan ditemukan 6 korban dan 1 orang korban ditemukan di belakang warung. Selanjutnya di tanjakan satu orang korban ditemukan di pinggir jalan dan yang terakhir juga ditemukan di jalan dekat dengan mobil Bupati.

“Hingga saat ini, anggota Polres Nduga yang dibackup Satgas Damai Cartenz dan rekan-rekan TNI masih terus mendalami latar belakang dari perbuatan keji KKB tersebut dan melakukan pengejaran terhadap pelakunya,” ujarnya.

Kabid Humas Ahmad Kamal mengatakan, jika saat ini 11 korban kebrutalan KKB itu, telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

Dari kejadian penyerangan dan penembakan itu, Kabid Humas Ahmad Kamal menambahkan, saat ini 11 korban telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika.

“Pukul 15.30 WIT, 11 korban diantaranya 9 korban meninggal dunia dan 2 orang korban luka berat telah dievakuasi oleh TNI-Polri ke Kabupaten Mimika. Kapolres Mimika juga telah menyiapkan ambulance untuk melakukan penjemputan dan telah berkoordinasi dengan pihak RSUD Mimika,” katanya.

Adapun 2 korban luka-luka dievakuasi dengan menggunakan Heli Bell Polri, 3 korban meninggal dunia dievakuasi menggunakan pesawat Rimbun Air, 6 korban MD dievakuasi dengan menggunakan Heli Caraca milik TNI AU dan 1 korban telah diambil keluarganya guna dimakamkan di Kenyam Kabupaten Nduga.

Sebelumnya beredar informasi bahwa korban meninggal dunia diketahui bernama Yulius Watu (23), Hubertus Goti (41), Daeng Marannu (42), Taufan Amir (42), Johan (26), Alex (45) dan Ehaser Banner (54), sedangkan Hasjen (41) dan Yuda Gurusinga (42) mengalami luka berat, sementara seorang warga bernama Sudarmintao mengalami luka ringan akibat terkena rekoset peluru di lengan bagian kiri. (bat)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *