banner 728x250

OKP Nyatakan Mosi Tak Percaya Kepada Ketua KNPI Papua Alberth Wanimbo

Sejumlah pimpinan OKP di Provinsi Papua menyatakan mosi tak percaya terhadap Ketua KNPI Papua Alberth G Wanimbo dalam pers conference di Jayapura, 18 Agustus 2022.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Sejumlah Pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Provinsi Papua menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua, Alberth G Wanimbo.

Mosi tak percaya terhadap Ketua KNPI Papua, Alberth Wanimbo itu, menyusul adanya pertemuan antara Alberth Wanimbo dengan Ketua KNPI Papua, Benyamin Gurik bersama Ketua Majelis Pemuda Indonesia DPD KNPI Provinsi Papua,  Dr. Drs. M. Rusdianto Abu, MSi di Jayapura, 15 Agustus 2022.

banner 325x300

Bahkan, dalam pertemuan itu, kabarnya telah disepakati bahwa KNPI Papua dibawah kubu Alberth G Wanimbo telah melebur menjadi satu dengan KNPI Papua yang sah dibawah kepemimpinan Benyamin Gurik atau menyatukan DPD KNPI Papua.

Baca Juga : Alexander Gobai Belum Akui Terpilihnya AGW sebagai Ketua KNPI Papua

Ketum Pemuda Saireri Papua, Gifli Buinei mengatakan jika pimpinan OKP di Papua berkumpul menyatakan sikap berkaitan dengan dinamika di tubuh KNPI Papua bahwa ada pemberitaan terkait KNPI yang telah melebur menjadi satu dimana Ketua KNPI Papua, Albert Wanimbo menyatakan sikap untuk menyatukan gerbong KNPI dengan kelompok yang lain.

“Kami selaku pimpinan OKP menganggap ini mencederai kami yang telah  memberikan legitimate kepada Albert Wanimbo sebagai Ketua DPD KNPI Papua.  Sebab, sebagai ketua terpilih jika mau mengambil langkah-langkah tertentu, maka harus melalui mekanisme organisasi yang benar,” tegas Gifli Buinei di Jayapura, Kamis, 18 Agustus 2022.

Setidaknya, kata Gifli, minimal memanggil pimpinan OKP dan mengajak bicara terkait dinamika yang muncul, namun justru Alberth Wanimbo bertindak sendiri, hingga ada pernyataannya bahwa ia telah bergabung dengan Ketua KNPI Papua, Benyamin Gurik, tentu hal itu menciderai OKP yang ada di Papua. 

Untuk itu, ia minta Alberth G Wanimbo alias AGW segera mengklarifikasi pemberitaan tersebut. Selain itu, dari sejak Musda DPD KNPI Papua dimana AGW terpilih kembali, jika dihitung sudah 6 bulan lebih, mestinya formatur sudah mempersiapkan segala sesuatu termasuk pengurus, namun hingga kini struktur dan persiapan tersebut tidak terlihat dan dilakukan oleh AGW.

“Harusnya hanya sekitar 2 minggu, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda dan melebihi waktu yang ditetapkan dalam musyawarah yang artinya ada penyimpangan yang dilakukan AGW sehingga kami pimpinan OKP menyatakan sikap untuk menyampaikan mosi tak percaya, sebab sikap dan tindakan AGW sudah menyimpang,” tandasnya.

Karenanya, ujar Gifli Buinei, pihaknya minta DPP KNPI  mengambil sikap tegas untuk menyelamatkan KNPI di Papua.

“Sebab, sikap AGW ini membuat kami khawatir dan kami minta ketua umum bisa segera mengambil sikap, bahkan jika perlu segera menunjuk karateker Ketua KNPI Papua,” katanya.

Selain itu, pihaknya meminta Pemprov Papua untuk memblokir rekening KNPI Papua, sebab hingga kini tak ada kegiatan.

“Apalagi dalam pemberitaan tersebut, ada pernyataan sikap dan kami tidak tahu pernyataan seperti apa? Jangan sampai ada deal-deal diantara keduanya yang kemudian menggunakan anggaran pemerintah untuk kepentingan keduanya,” tukasnya.

“Kami tidak tahu pernyataan apa yang dibuat? Dan, ingat itu uang rakyat yang dialokasikan untuk pemuda dan kami adalah representasi dari pemuda. Kalau bisa rekening itu diblokir saja dan DPP KNPI mengambil sikap tegas. Lalu disini tak ada interest pribadi dengan AGW, tapi semata – mata untuk menyelamatkan KNPI Papua,” pungkasnya.

Baca Juga : Peringati HUT KNPI ke 49, Carel Suebu Ajak Pemuda Kabupaten Jayapura Bersatu

Sementara itu, Sekjen Forum Masirei, Rando Rudamaga menambahkan, jika AGW mau melakukan peleburan harusnya mengambil 97 OKP yang melegitimasi Musda saat itu. Sebab, dari suara OKP itu, AGW terpilih menjadi Ketua KNPI Papua.

“Harapan kami AGW segera mengklarifikasi kepada kami dan kedua jika dalam waktu yang kami tentukan, Jumat, 19 Agustus 2022, tidak dijelaskan, maka kami akan bersurat ke KNPI Pusat untuk segera menurunkan karateker DPD KNPI Papua untuk selanjutnya dilakukan Musdalub,” imbuhnya. (bat)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.