banner 728x90 ---- banner 728x90

Sambangi Rumah Bakau, Mahasiswa Waropen Gerebek Sampah

Para mahasiswa asal Waropen yang turut membersihkan sampah di Hutan Bakau Hamadi, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, akhir pekan kemarin.
banner 120x600
banner 468x60

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Mahasiswa asal Kabupaten Waropen yang tengah menempuh studi di sejumlah perguruan tinggi di Kota Jayapura menyambangi Rumah Bakau Jayapura di Hamadi, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu, 12 Nopember 2022.

Para Mahasiswa-mahasiswi Masirei dibawah komando Yonas Alfon Nussy, Tokoh Masyarakat Saireri yang juga Anggota DPR Papua dari jalur pengangkatan wilayah adat Saireri ini juga melakukan gerebek sampah di Hutan Bakau, Hamadi.

Mereka berhasil mengumpulkan belasan kantong sampah yang kebanyakan berisi botol – botol minuman, plastik dan lainnya yang ada di kawasan Hutan Perempuan itu.

“Kami temukan lebih banyak botol air minuman, aqua, teh pucuk, selebihnya plastik kue, kayu bahkan hingga kursi plastik,” kata salah seorang mahasiswa Marthen Wairara.

Anggota DPR Papua, Yonas Alfons Nussy mengatakan, jika ia bersama mahasiswa dari asrama Gondomisasare, Waropen Tengah mengunjungi Rumah Bakau Jayapura untuk turut serta bersama DPD GAMKI Papua yang turut peduli tehadap lingkungan dengan melakukan gerebek atau mengumpulkan sampah di hutan bakau.

“Kurang lebih 1 jam saja, sudah belasan karung sampah berhasil dikumpulkan para mahasiswa. Ini membuktikan bahwa sampah di wilayah hutan bakau ini ternyata cukup banyak,” katanya.

Yang jelas, para mahasiswa asal Waropen ini, sepakat untuk terus memberikan kontribusi yang nyata dalam menjadikan Kota Jayapura sebagai kota bersih di Provinsi Papua.

Ketua DPD GAMKI Papua, Dominggus Stenly Noya menilai aksi yang dilakukan mahasiswa asal Waropen ini, merupakan aksi yang positif dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Ini sebuah aksi kecil saja, tapi saya pikir memberi dampak yang besar untuk membangun kesadaran bagi masyarakat Kota Jayapura untuk kebersihan  lingkungan, terutama hutan bakau,” katanya.

Dominggus Noya mengaku prehatin dengan kondisi lingkungan yang terabaikan akibat banyaknya sampah, meski pembangunan di Kota Jayapura berlangsung cepat, namun harus diimbangi dengan perhatian serius terhadap lingkungan hidup.

Anggota DPR Papua Yonas Alfons Nussy bersama Ketua GAMKI Papua Dominggus Stenly Noya dan para mahasiswa asal Waropen berhasil mengumpulkan sampah dari Hutan Bakau, akhir pekan kemarin.

Dalam kegiatan itu, dilanjutkan dengan diskusi bersama pimpinan Rumah Bakau Jayapura, Abdel Gamel Naser.  Dalam diskusi itu, Gamel mengawali dengan pertanyaan.

“Yang tadi teman-teman kumpulin itu sampahnya siapa? Ada yang tahu? Siapa punya sampah? Ada yang buah sampah di hutan bakau?,” kata Gamel.

Dikatakan, sampah itu milik orang lain dari Kali Acai, Siborgonyi, Konya, Dok IX, Hanyaan, Anafri yan tersangkut hingga masuk ke kawasan hutan bakau itu.

“Kita tidak kenal siapa punya sampah, tapi kenapa kalian mau angkat? Jawabannya karena kalian mahasiswa yang hebat. Kalian tidak tahu siapa punya sampah, tapi kalian mau angkat dan kumpulkan. Itu sama yang dilakukan teman-teman volentir di Rumah Bakau, tidak digaji tapi tidak tahu sampahnya siapa, tapi mereka setiap minggu harus berjibaku dengan mengangkat sampah dari sini, kemudian membuangnya ke tempat sampah,” jelasnya.

Gamel mengapresiasi para mahasiswa asal Waropen yang telah menyambangi Rumah Bakau, meski baru sekali, tapi langsung melakukan gerebek sampah di hutan bakau itu.

“Ini keren sekali. Ini atmosfer positif yang dibangun secara kecil, tapi dampaknya bisa sangat besar. Nanti ada youtuber dan media mempublis bahwa teman-teman dari Waropen telah bergerak lebih dahulu,” imbuhnya. (bat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *