Undang RSUP Jayapura, Ketua DPR Papua: Rekrutmen Pegawai Harus 70 Persen OAP

Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai ST didampingi Wakil Ketua I DPR Papua Herlin Beatrix Monim dan pimpinan bserta anggota Komisi V DPR Papua foto bersama Direktur RSUP Jayapura, Kadinkes Papua, Direktur RSUD Jayapura, RSUD Abepura, RSJ Abepura, BKD Papua, usai pertemuan di Ruang Banggar DPR Papua, Rabu, 11 Juni 2025.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai, ST kembali meminta agar rekrutmen pegawai atau tenaga medis Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Jayapura atau Rumah Sakit Vertikal tahap kedua harus memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP).

Bahkan, secara tegas Ketua DPR Papua Denny Bonai meminta agar kuota penerimaannya 70 persen OAP dan 30 persen non OAP.

“Jadi, kami minta sebelum peresmian RSUP Jayapura, formasi sisa 400 lebih itu, harus dibicarakan dulu. Minimal ada MoU dari Kemenkes terkait rekrutmen tenaga medis di  RSUP Jayapura,” tegas Denny Bonai  di ruang kerjanya, Kamis, 12 Juni 2025.

Apalagi, kata Denny Bonai, tenaga medis yang dibutuhkan masih banyak sekali, seperti dokter spesialis yang dibutuhkan ada 158 orang, perawat dan lainnya masih kurang dari total yang dibutuhkan 459 pegawai.

“Dari total rekrutmen yang masih dibutuhkan itu, kami minta ada kuota khusus untuk OAP. Kami minta kuotanya 70  persen,” tandasnya.

Denny Bonai yakin banyak OAP yang bisa mengisi kuota tenaga medis yang dibutuhkan oleh RSUP Jayapura itu.

“Itu masih bisa. Nah kemarin banyak dokter termasuk lulusan luar negeri yang datang mengadu ke DPR Papua. Makanya, kita minta kuota khusus OAP. Di samping itu, dalam rekrutmen ini, banyak adek-adek kita lulusan dokter ataupun perawat tidak mendapatkan informasi,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar ini berharap tenaga kesehatan yang dirumahkan dari RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RSJ Abepura, agar menjadi prioritas dalam rekrutmen itu.

“Kita tidak minta standar untuk rekrutmen dikasih turun, tapi kita minta kuota 70 persen untuk  OAP dalam rekrutmen itu,” tegasnya.

Terkait rekrutmen pegawai di lingkungan RSUP Jayapura yang menjadi sorotan ini, pimpinan DPR Papua bersama komisi terkait mengundang RSUP Jayapura melakukan pertemuan di ruang Banggar  DPR Papua, Rabu, 11  Juni 2025, yang dihadiri Pj Gubernur Papua diwaliki Asisten Sekda, Dinkes Papua, RSJ Abepura, RSUD Jayapura, RSUD Abepura, BKD Papua dan Fakultas Kedokter Uncen, membahas rekrutmen tenaga medis tersebut.

Apalagi, sebelumnya Ketua DPR Papua dalam rapat bersama Pj Gubernur  Papua sempat mempertanyakan terkait rekrutmen tenaga medis di RSUP Jayapura, ternyata dari  500 orang yang direkrut tahap pertama, diketahui OAP baru ada 9 orang.

“Kita panggil semua pihak terkait untuk menindaklanjuti hasil pertemuan itu, setelah itu baru kita kita tahu bahwa total tenaga medis baik dokter maupun perawat dan lainnya yang akan diterima RSUP Jayapura sebanyak 900 orang,” ungkapnya.

Dari hasil pertemuan itu, Denny Bonai mengatakan jika Dinkes Papua sudah menyurat ke RSUP Jayapura terkait rekrutmen tenaga medis yang pertama.

“Mungkin karena tidak ada tindaklanjut dari Dinkes atau  hanya menyurat biasa, makanya proses rekrutmen tetap  jan terus,” tandasnya.

Yang jelas, setelah rapat bersama instansi terrkait terkait rekrutmen tenaga medis di RSUP Jayapura, DPR Papua akan melakukan rapat dengan komisi terkait, setelah itu akan menyurat secara resmi ke Kemenkes RI.

“Setelah itu, kami bersama Pemprov Papua untuk bertemu  dengan Menteri Kesehatan membicarakan terkait kuota 449 yang belum terisi ini agar dapat memprioritaskan 70 persen OAP,” imbuhnya.

Ia berharap kementerian/lembaga di pusat mengetahui dan memahami adanya UU Otsus, termasuk dalam rekrutmen pegawai agar memprioritaskan OAP. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *