BIAK, Papuaterkini.com – Pemerintah Jepang dan Unicef siap memberikan penguatan terhadap suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Biak Numfor.
Bahkan program penguatan itu melalui kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang secara resmi diluncurkan, di Swissbell Hotel Cenderawasih Biak, Rabu, 10 September 2025.
Peluncuran penguatan pendidikan gizi dan kesejahteraan anak di Kabupaten Biak Numfor yang ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama-sama dilakukan oleh Duta Besar Jepang Masaki Yasushi dan Bupati Markus Octovianus Mansnembra, Wakil Direktur Unicef Indonesia Jean Lokengan, Sekertaris Utama Badan Gizi Nasional Brigjen (Purn) Sarwono.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra memberikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang yang ikut memberikan dukungan terhadap kemajuan pendidikan dan dukungan kepada masyarakat maupun pemerintah daerah selama ini di Kabupaten Biak Numfor.
“Melalui program kemitraan ini, kita ingin memastikan bahwa setiap anak Papua, khususnya lagi anak di Kabupaten Biak Numfor, dapat tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan, gizi, serta keterampilan dasar yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu Duta Besar Jepang, Masaki Yasushi, mengatakan kehadirannya di Biak Numfor untuk menghadiri agenda penting salah satunya acara peluncuran penguatan program MBG yang merupakan kerjasama Pemerintah jepang bersama Unicef.
”Saya mengahadiri acara peluncuran program kerja sama untuk meningkatkan pembelajaran gizi dan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Biak Numfor,” katanya.
Ia menilai pendekatan pemberian makan bergizi gratis dengan gizi yang seimbang kepada para siswa akan menjadi bagian dari pembekalan pengetahuan dan membiasan makan sehat sejak dini.
“Ketika menyaksikan anak-anak di Biak menikmati makan siang bergizi di sekolah, saya semakin yakin akan pentingnya memastikan lebih banyak anak memperoleh akses serupa,” ucap Masuki
Hal yang sama juga dikatakan oleh Wakil Direktur Unicef Indonesia, Jean Lokenga. Dikatakan, bahwa dalam perkembangannya setiap anak memiliki hak atas pendidikan dan kualitas gizi yang baik serta layanana kesehatan.
“Memenuhi hak-hak ini adalah inti dari misi Unicef dan kami bangga mendukung anak-anak di Biak melalui layanan yang meningkatkan pembelajaran, gizi, dan kesejahteraan mereka secara menyeluruh,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Sekjen Badan Gizi Nasional, Sarwono, menjelaskan bahwa adanya kemitraan antara Pemerintah Jepang dan Unicef akan memberi dukungan anggaran sebesar USD 3,3 juta dolar Amerika Serikat untuk periode 2 tahun menjalankan program MBG.
Dijelaskan, terkait program MBG ada mencakup tiga hal penting yang menjadi perhatian serius, diantaranya; penyedian layanan gizi dan makanan sehat, serta peningkatan kualitas pembelajaran dan edukasi gizi.
Penyediaan layanan gizi dan makanan sehat diperuntukan bagi 7.500 lebih anak, lalu peningkatan kualitas pembelajaran khususnya literasi dan edukasi gizi bagi 2500 anak.
“Terkait dengan suksesnya program MBG ini maka penting melakukan penguatan kapasitas pemerintah baik pusat maupun daerah dalam merencanakan dan mengelola program makan bergizi serta pendidikan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (un)














