JAYAPURA, Papuaterkini.com – Setelah meninjau lokasi longsor di Jalan Ring Road Hamadi, Komisi IV DPR Papua bersama Komisi B DPR Kota Jayapura kembali melanjutkan agenda dengan meninjau progres pembangunan ruas Jalan Vihara–Tanah Hitam, Abepura, Jumat, 12 Desember 2025.
Kegiatan ini, dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR Papua, Jhoni Y Betaubun, didampingi Anggota Komisi IV Frangklin Wahae, Alberth Meraudje dan Martinus Pasang bersama Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman bersama anggota. Juga dihadiri Kepala Dinas PUPR Papua, Roberth Awi didampingi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Papua, Reza B Ayomi.
Pantauan di lapangan, pengerjaan pengecoran jalan pada segmen I titik pertama telah selesai 100 persen. Saat ini, para pekerja tengah menyelesaikan pengecoran pada segmen I titik kedua.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Roberth Awi, memastikan pembangunan ruas jalan tersebut menunjukkan progres signifikan.
“Untuk segmen I sudah selesai 100 persen. Sementara segmen II sudah mencapai 78 persen. Kami berharap dua hingga tiga hari ke depan sudah dapat dirampungkan,” ujarnya.
Total Anggaran Hampir Rp 6 Miliar, Tiga Segmen Pekerjaan Berjalan
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Papua, Reza B. Ayomi, menjelaskan bahwa pembangunan ruas Jalan Vihara–Tanah Hitam terbagi dalam 3 segmen dan 6 kegiatan, dengan total anggaran hampir Rp 6 miliar.
“Segmen I terdiri dari dua titik. Titik pertama sudah rampung, sedangkan titik kedua tinggal menyelesaikan sisi kiri sepanjang 190 meter. Untuk segmen II, dua pekerjaan dengan total sekitar 400 meter juga hampir finis,” jelasnya.
Reza menambahkan, setelah titik kedua segmen I selesai, akses jalan sudah dapat dibuka. Sementara untuk segmen II, pembukaan jalan akan dilakukan bertahap lantaran pengecoran dilakukan dari satu sisi.
“Kami akan menyesuaikan rekayasa lalu lintas, apalagi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kita lihat kemungkinan pembukaan satu arus lebih dulu,” katanya.
Ia berharap, pada tahun 2026 pekerjaan dapat dilanjutkan dengan pengaspalan, penyempurnaan bahu jalan, hingga pemasangan marka dan rambu lalu lintas.
DPR Papua Minta Aspek Keselamatan Jalan Diutamakan
Anggota Komisi IV DPR Papua, Alberth Meraudje, mengapresiasi progres pembangunan, namun menekankan pentingnya memperhatikan aspek keselamatan jalan.
“Bahu jalan harus segera ditimbun dan saluran irigasi disiapkan. Sesuai UU Nomor 22 Tahun 2004 tentang Keselamatan Jalan, kami berharap akses ini sudah bisa digunakan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Menurut Alberth, ruas jalan tersebut belum memenuhi standar keselamatan karena belum memiliki marka dan rambu. Ia meminta pelaksana proyek memperhatikan teknik pelaksanaan agar sebagian badan jalan bisa dibuka untuk lalu lintas.
“Satu hari setelah pengecoran sebagian badan jalan, mobil dan motor sudah bisa melintas. Ini penting untuk kelancaran aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap proyek ini kembali mendapat alokasi anggaran pada 2026 untuk penyelesaian pengaspalan, bahu jalan, drainase, hingga pemasangan rambu dan marka.
“Jika terjadi kecelakaan, pemilik jalan bisa terkena sanksi hukum,” pungkasnya.
DPR Kota Jayapura Apresiasi PUPR Papua
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Papua melalui Dinas PUPR yang telah melakukan rigid pavement pada ruas jalan tersebut.
“Ini rigid jalan yang sangat bagus. Sejak 2011 jalan ini tidak pernah diperbaiki. Kami berharap masyarakat bersabar karena akses memang terganggu selama pengerjaan,” ujarnya.
Yuli juga berterima kasih karena Pemprov Papua terus memberikan perhatian pembangunan infrastruktur di Kota Jayapura. “Kami dari Kota Jayapura sangat berterima kasih karena banyak paket pekerjaan di kota ini yang mendapatkan anggaran dari provinsi,” imbuhnya. (bat)














