Petronela Krenak Pimpin FGM GKI di Tanah Papua 2026–2031, Tonggak Baru Kepemimpinan Perempuan dan Generasi Muda

banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pembangunan manusia di Tanah Papua dinilai tidak dapat dipisahkan dari peran gereja sebagai pusat pembentukan iman, karakter, dan kepemimpinan.

Di tengah dinamika perubahan zaman yang semakin kompleks, gereja tetap menjadi ruang strategis lahirnya generasi yang kuat secara spiritual sekaligus tangguh menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan globalisasi.

Dalam sejarah pelayanan gereja, Sinode GKI di Tanah Papua dikenal sebagai pionir gereja Protestan di wilayah Papua yang berakar dari misi abad ke-19. Sinode ini berkembang menjadi organisasi gereja Protestan mandiri terbesar di Tanah Papua dan berperan penting dalam membentuk peradaban iman, pendidikan, serta kepemimpinan masyarakat Papua.

Momentum penting kembali tercatat setelah Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.A.P., terpilih sebagai Ketua Umum Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua periode 2026–2031. Ia menjadi perempuan Papua pertama yang memimpin organisasi kepemudaan gereja tersebut.

Petronela yang juga menjabat sebagai Bupati Sorong Selatan resmi terpilih pada 27 Februari 2026. Dalam pemilihan yang diikuti empat kandidat, ia meraih 43 suara dari total 67 pemilih.

Victor Abraham Abaidata, yang pernah bertumbuh dalam aktivitas Pemuda Gereja dan KNPI Papua, menilai kepemimpinan Petronela sebagai simbol transformasi kepemimpinan generasi muda di lingkungan gereja.

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar kemenangan organisatoris, melainkan mencerminkan kemajuan kesadaran kolektif gereja dalam membuka ruang kepemimpinan bagi generasi muda dan perempuan Papua.

Petronela juga disebut sebagai perempuan Papua pertama yang menjadi kepala daerah definitif di Tanah Papua, sekaligus satu-satunya perempuan di antara 48 kepala daerah yang ada saat ini.

Capaian itu melengkapi jejak sejarah yang sebelumnya ditorehkan oleh Ribka Haluk, perempuan Papua pertama yang menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Tengah pada 2022, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Penjabat Bupati Yalimo.

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan semakin menguatnya peran perempuan Papua dalam kepemimpinan publik dan pembangunan daerah.

Forum Generasi Muda GKI di Tanah Papua dinilai memiliki posisi strategis sebagai ruang kaderisasi kepemimpinan masa depan, tidak hanya bagi gereja tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa.

Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai “sekolah kehidupan” yang menanamkan nilai pelayanan, integritas, disiplin, dan semangat pengabdian.

Selain pembinaan spiritual dan kepemimpinan, gereja di Tanah Papua juga memiliki aset besar berupa tanah, fasilitas pelayanan, lembaga pendidikan, serta jaringan sosial jemaat. Apabila dikelola secara profesional dan transparan, aset tersebut dapat menjadi fondasi kemandirian pelayanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.

Generasi muda Papua saat ini menghadapi tantangan era digital yang mempercepat arus informasi dan membuka akses global, namun juga berpotensi memengaruhi identitas budaya serta ketahanan karakter.

Di sisi lain, generasi muda Papua berada dalam momentum strategis menuju visi Indonesia Emas 2045, yakni cita-cita Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing global pada 100 tahun kemerdekaan.

Bagi Tanah Papua, agenda tersebut berjalan seiring implementasi Otonomi Khusus Papua Jilid II hingga 2041 yang memberikan ruang afirmasi kebijakan dan percepatan pembangunan sumber daya manusia.

Dalam konteks itu, generasi muda Papua didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga kreator dan inovator.

Kekuatan generasi Papua dinilai harus bertumpu pada iman yang kuat, karakter yang kokoh, serta kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

FGM GKI di Tanah Papua juga didorong mengambil peran dalam pemberdayaan ekonomi jemaat berbasis kearifan lokal. Papua memiliki potensi besar mulai dari pertanian lokal, hasil hutan non-kayu, kerajinan tradisional, hingga ekonomi kreatif berbasis identitas budaya.

Beberapa langkah strategis yang dapat dikembangkan antara lain literasi kewirausahaan bagi generasi muda gereja, pembentukan komunitas usaha jemaat, digitalisasi pemasaran produk lokal, serta pendampingan ekonomi keluarga berbasis komunitas gereja.

Momentum kepemimpinan baru di tubuh FGM GKI di Tanah Papua ini menjadi pengingat bahwa masa depan Papua sedang dipersiapkan hari ini. Dengan penguatan iman, karakter, literasi digital, serta pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal, generasi muda Papua diharapkan mampu membangun masa depan Tanah Papua yang bermartabat tanpa kehilangan jati diri.(bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *