BIAK, Papuaterkini.com – Operasi pencarian tiga korban yang masih hilang akibat ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, diperpanjang selama dua hari ke depan.
Keputusan tersebut diambil atas permintaan keluarga korban yang hingga kini belum ditemukan. Tim gabungan yang dipimpin Basarnas bersama unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah akan melanjutkan pencarian untuk memastikan keberadaan ketiga korban.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan hingga hari ketujuh pencarian, tim telah menemukan 36 potongan tubuh korban di lokasi ledakan.
“Tim gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas tetap akan melanjutkan pencarian tiga korban yang belum ditemukan hingga dua hari ke depan, dibantu oleh seluruh unsur tim gabungan,” ujar Ari dalam konferensi pers di Gedung Negara I Biak, Sabtu (6/6/2026).
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, S.H., M.M., serta Anggota DPR RI Komisi XIII Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si.
Dalam peristiwa tragis tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Moris Raubaba (24), Delfin Raubaba (41), Karmila Ayorbaba (25), Isrel Raubaba (5), Isra Raubaba (7), dan Mina Puadi (51).
Sementara itu, tiga korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang adalah Nes M. (27), Lay Madura (45), dan Yulianus R. (26), yang diketahui berprofesi sebagai nelayan.
Untuk membantu proses identifikasi korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua akan mengirimkan 10 sampel DNA keluarga korban ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Jakarta.
Menurut Kapolres, langkah tersebut dilakukan guna memastikan identitas potongan tubuh yang ditemukan di lokasi ledakan.
“Sudah ada 10 sampel DNA post-mortem yang besok akan dibawa ke Puslabfor Polri di Jakarta,” katanya.
Tim DVI menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan DNA diperkirakan dapat diketahui paling cepat dalam waktu tujuh hari, meski durasinya bergantung pada tingkat kesulitan sampel yang diperiksa.
Di sisi lain, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua telah menyelesaikan proses sterilisasi di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, area ledakan dinyatakan steril 100 persen dari ancaman bahan peledak.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan pengamanan ketat karena proses penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak memasuki area Ring 1. Meskipun lokasi telah dinyatakan steril oleh tim Jibom, masyarakat tetap tidak diperbolehkan memasuki kawasan yang diduga menjadi sumber ledakan,” tegas Ari.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 113 warga terdampak masih berada di lokasi pengungsian sementara yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Mereka ditempatkan di Aula Satpol PP dan Hotel Mapia karena rumah mereka berada di sekitar lokasi ledakan.
Kapolres menambahkan, seluruh unsur tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kodim 1708/Biak Numfor, Lanal Biak, Yonif, Polres Biak Numfor, Brimob, dan instansi terkait lainnya akan terus melakukan pencarian hingga masa perpanjangan operasi berakhir. (un)














