Polda Papua dan Perbakin Gelar Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II, Cetak Penembak Profesional dan Atlet Berprestasi

Kapolda Papua Irjen Pol Petrus Patrige R Renwarin foto bersama Ketua Umum Pengprov Perbakin Papua, Jhony Banua Rouw, PJU Polda Papua, Tim Penatar PB Perbakin dan peserta Sertifikasi Tembak Reaksi Angkatan II, Minggu, 7 Juni 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Polda Papua bekerja sama dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Papua menggelar Sertifikasi Tembak Reaksi International Practical Shooting Confederation (IPSC) Angkatan II Tahun 2026 di Lapangan Tembak Bhara Daksa Polda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura, pada 6–7 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti para Pejabat Utama Polda Papua, Kapolres jajaran, serta peserta sertifikasi yang mendapatkan pembekalan teori, praktik tembak reaksi, evaluasi kemampuan hingga penilaian akhir sesuai standar IPSC.

Kapolda Papua, Irjen Pol Petrus Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si., mengatakan peningkatan kompetensi dan profesionalisme personel menjadi hal penting yang harus terus dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi secara berkelanjutan.

Menurutnya, seluruh anggota Polri pada dasarnya telah mendapatkan pelatihan penggunaan senjata api sejak awal pendidikan kepolisian. Namun dalam pelaksanaan tugas di lapangan, dibutuhkan keterampilan khusus agar penggunaan senjata api dilakukan secara tepat, profesional, dan sesuai prosedur.

“Dalam penangkapan pelaku kejahatan misalnya, terkadang pelaku berusaha melarikan diri sehingga dibutuhkan kemampuan untuk mengejar, menembak, atau melumpuhkan sasaran secara tepat. Karena itu profesionalisme dan keterampilan personel harus terus ditingkatkan,” kata Kapolda.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga menembak, Kapolda juga membentuk Dingo Cartenz Shooting Club Polda Papua yang telah resmi memiliki kepengurusan.

Ia menjelaskan, sertifikasi tembak reaksi IPSC tidak hanya mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet menembak di Papua.

“Peserta yang ingin mengikuti berbagai kejuaraan tembak reaksi diwajibkan memiliki sertifikat. Kegiatan ini bertujuan mendukung anggota yang memiliki bakat di bidang tembak reaksi agar dapat berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan dan mendukung Perbakin Papua di tingkat nasional,” ujarnya.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar (PB) Perbakin dan Pengprov Perbakin Papua atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta dan berharap seluruh peserta memiliki kemampuan teknis, pengetahuan, serta pemahaman mengenai aspek keselamatan dalam olahraga menembak.

Ketua Tim Sertifikasi Tembak Reaksi Perbakin Papua Angkatan II, Embram Harimurti, mengatakan sertifikasi dan latihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan atlet maupun praktisi tembak reaksi di Papua.

Ia berharap peserta yang dinyatakan lulus dapat terus mengembangkan kemampuan dan aktif mengikuti berbagai kejuaraan guna meningkatkan kualitas atlet menembak Papua.

“Pemahaman terhadap rule book IPSC menjadi hal yang sangat penting karena menjadi pedoman utama dalam setiap kegiatan dan pertandingan tembak reaksi. Dengan memahami aturan yang berlaku, peserta dapat menjalankan setiap tahapan secara aman dan profesional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Papua, Kombes Pol Jan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K., mengapresiasi inisiatif Kapolda Papua dalam menghadirkan sertifikasi tembak reaksi IPSC di lingkungan Polda Papua.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan keterampilan yang lebih kompleks dibandingkan latihan menembak dasar maupun menembak sasaran yang rutin dilaksanakan selama ini.

“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak semua Polda memiliki kesempatan melaksanakan sertifikasi tembak reaksi seperti yang berlangsung di Papua. Melalui sertifikasi ini, peserta memperoleh pengetahuan, kemampuan teknis, serta pemahaman yang lebih baik mengenai olahraga menembak reaksi sesuai standar IPSC,” ujarnya.

Ketua Umum Pengprov Perbakin Papua, Johny Banua Rouw, S.E., mengatakan sertifikasi ini merupakan tindak lanjut komitmen bersama antara Perbakin Papua dan Polda Papua dalam mengembangkan olahraga menembak di Papua.

Ia mengapresiasi dukungan Kapolda Papua serta PB Perbakin yang memungkinkan Sertifikasi IPSC Angkatan II Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik.

“Kami sangat bersyukur mendapatkan dukungan luar biasa dari Ketua Umum PB Perbakin beserta seluruh tim. Di tengah berbagai agenda nasional yang padat, PB Perbakin tetap memberikan perhatian kepada Papua sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dalam waktu yang relatif singkat,” katanya.

Sekretaris Umum Perbakin Papua, Soponyono, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kualitas sekaligus menambah jumlah penembak reaksi di Papua.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan sertifikasi, jumlah anggota IPSC di Papua tercatat sebanyak 27 orang. Dengan adanya sertifikasi Angkatan II, jumlah tersebut diperkirakan bertambah sekitar 42 anggota baru apabila seluruh peserta dinyatakan lulus.

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas penembak reaksi sekaligus menambah jumlah anggota IPSC di Papua. Jika seluruh peserta lulus, maka akan ada penambahan sekitar 42 anggota baru,” pungkasnya. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *