Pertamina dan Pemkab Biak Numfor Pastikan Stok LPG Aman, Tambahan 3.000 Tabung Segera Tiba

Suasana FGD memastikan pasokan gas elpiji yang dilaksanakan oleh PT. Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, di Swiss-Belhotel Biak, Rabu (06/05/2026). (Foto :  Yuni/papuaterkini.com)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – PT Pertamina Patra Niaga Papua bersama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan ketersediaan pasokan gas elpiji atau LPG di wilayah Biak Numfor dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Kepastian itu disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor di Swiss-Belhotel Biak, Rabu (6/5/2026).

Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Papua, Adri Angga Aditya mengatakan, stok LPG yang tersedia saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 9 hingga 12 hari ke depan.

Selain itu, Pertamina juga telah menjadwalkan tambahan pasokan sebanyak 3.000 tabung LPG dari Jayapura yang akan tiba di Biak pada 11 Mei 2026 mendatang.

“Ketersediaan gas elpiji di Biak saat ini bisa terpenuhi untuk 9 sampai 12 hari ke depan. Juga dijadwalkan kurang lebih 3.000 tabung dengan ukuran bervariasi akan tiba di Biak tanggal 11 Mei mendatang,” ujar Adri kepada wartawan usai penutupan FGD.

Ia menjelaskan, ribuan tabung LPG yang dikirim tersebut terdiri atas berbagai ukuran sesuai kebutuhan masyarakat dan permintaan agen penyalur, mulai dari tabung 5,5 kilogram, 12 kilogram hingga 50 kilogram.

Tambahan pasokan tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama 14 hingga 20 hari ke depan, sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan LPG di tingkat konsumen.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa menilai forum diskusi bersama Pertamina dan para pemangku kepentingan perlu dilakukan secara rutin guna menjaga stabilitas distribusi LPG di daerah.

“FGD seperti ini adalah langkah strategis untuk mengidentifikasi tantangan sekaligus memperkuat sistem distribusi gas elpiji ke Biak. Koordinasi penting sekali untuk menjaga rantai distribusi yang kuat dan terintegrasi guna memastikan ketersediaan stok LPG hingga ke masyarakat,” katanya.

FGD tersebut digelar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi dan ketersediaan LPG akibat dampak perkembangan geopolitik global. Pemerintah daerah bersama Pertamina berharap koordinasi yang terus dilakukan dapat memastikan pasokan LPG tetap stabil dan tidak mengalami kekosongan di tengah  masyarakat. (un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *