JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ratusan masyarakat dan pecinta Persipura Jayapura bergotong royong membersihkan Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/5/2026), pasca kerusuhan yang terjadi usai pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC beberapa hari lalu.
Aksi sosial tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Persipura Mania, komunitas suporter, ASN Pemerintah Provinsi Papua, ASN Kota Jayapura, ASN Kabupaten Jayapura hingga masyarakat umum yang peduli terhadap stadion kebanggaan Papua itu.
Para relawan tampak antusias membersihkan sampah, puing-puing bekas kerusuhan, hingga pecahan kaca dan sisa pembakaran kendaraan di area halaman maupun di dalam Stadion Lukas Enembe. Sejumlah truk sampah juga dikerahkan untuk mengangkut hasil pembersihan.
Ketua Black Danger Community (BDC) Persipura, Jhon Ungirwalu, mengatakan aksi pembersihan tersebut muncul dari rasa kepedulian terhadap Persipura dan Stadion Lukas Enembe sebagai simbol kebanggaan masyarakat Papua.
“Kami dari komunitas BDC Persipura merasa tersentuh hati untuk membersihkan stadion. Ternyata respon masyarakat sangat luar biasa, baik dari berbagai komunitas maupun pemerintah daerah dan masyarakat yang memang punya hati untuk tim kebanggaan orang Papua ini,” ujar Jhon.
Pria yang akrab disapa Jeru itu mengaku sebelum kegiatan berlangsung pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan panitia pelaksana Persipura.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kecintaan besar warga Papua terhadap Persipura Jayapura.
“Ternyata orang yang mencintai Persipura luar biasa. Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang datang hari ini untuk membersihkan Stadion Lukas Enembe,” katanya.
Jeru berharap insiden kerusuhan dan aksi anarkis tidak kembali terulang dalam pertandingan sepak bola di Papua, khususnya saat Persipura bertanding.
“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua supaya tidak ada kerusuhan lagi. Ke depan, para penonton dan suporter harus lebih dewasa dalam mendukung Persipura,” imbuhnya.
Sementara itu, pecinta Persipura, Triwarno Purnomo, mengaku sedih melihat kondisi Stadion Lukas Enembe pasca kerusuhan yang menyebabkan kerusakan fasilitas stadion dan pembakaran kendaraan.
“Saya sebagai salah satu pecinta Persipura yang mengikuti perjalanan Persipura sejak Liga Dunhill hingga sekarang tentu sangat sedih melihat kondisi ini dan berharap stadion ini bisa segera pulih,” ujarnya.
Ia berharap Stadion Lukas Enembe dapat segera diperbaiki agar kerusakan tidak semakin meluas dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Triwarno juga mengapresiasi inisiatif masyarakat dan para pecinta Persipura yang turun langsung membersihkan stadion secara sukarela.
“Kami mulai sejak pukul 13.00 WIT bersama masyarakat, Persipura Mania, OPD Pemprov Papua, Kota dan Kabupaten Jayapura membersihkan area stadion dari pagar depan hingga ke dalam lapangan,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga Stadion Lukas Enembe sebagai aset dan kebanggaan masyarakat Papua. (bat)














