Tim Gabungan Temukan 13 Serpihan Tubuh Korban Ledakan Bom di Biak, Tiga Nelayan Masih Hilang

Penyerahan serpihan tubuh Korban ledakan BOM untuk diidentifikasi. (Foto : Yuni Bontong/Papuaterkini.com)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Proses pencarian korban ledakan bom yang diduga merupakan sisa amunisi peninggalan Perang Dunia II di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Senin (1/6/2026) malam, tiga orang yang diduga turut menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut masih belum ditemukan.

Dalam operasi pencarian terbaru, tim SAR gabungan menemukan 13 serpihan atau potongan tubuh manusia yang diduga berasal dari korban yang masih hilang. Seluruh temuan tersebut telah diserahkan kepada tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Papua dan RSUD Biak untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, SH., S.I.K., M.H., mengatakan proses evakuasi dan penyisiran di lokasi kejadian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

“Korban meninggal dunia yang telah terdata di RSUD Biak sebanyak lima orang dan hari ini telah dimakamkan di TPU Sorido. Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga korban yang hingga kini belum ditemukan,” ujar Ari dalam konferensi pers.

Selain menelan korban jiwa, ledakan tersebut juga mengakibatkan 18 orang mengalami luka ringan. Dua korban di antaranya masih menjalani perawatan medis di RSUD Biak. Sementara itu, sebanyak 56 warga terpaksa mengungsi yang terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.

Kapolres menjelaskan, pencarian saat ini dipusatkan pada area ring 2, yakni kawasan pantai dan perairan di sekitar lokasi ledakan. Sedangkan area ring 1 yang diduga menjadi titik utama sumber ledakan masih dinyatakan berbahaya dan belum steril dari kemungkinan adanya bahan peledak lain.

“Besok kami tetap fokus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan di area ring 2. Sedangkan tim Jibom akan melaksanakan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh di area ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan,” tegasnya.

Tiga korban yang hingga kini masih dalam pencarian yakni Anes M (27), Lay Madura (45), dan Yulianus R (26), yang seluruhnya berprofesi sebagai nelayan.

Tim Jibom Temukan Granat dan Proyektil Modifikasi

Di sisi lain, Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Papua menemukan dua proyektil yang telah dimodifikasi serta dua granat nanas modifikasi di sekitar lokasi kejadian.
Satu granat nanas telah dimusnahkan melalui proses disposal pada Senin sore sekitar pukul 18.00 WIT.

Sementara satu granat lainnya belum dapat dimusnahkan karena kondisi cuaca dan pasang air laut yang menghambat proses evakuasi.

“Granat nanas yang sudah dimodifikasi telah kami disposal pada pukul 18.00 WIT. Sedangkan satu granat lainnya belum sempat dimusnahkan karena keterbatasan visual, kondisi sudah gelap dan air laut sedang pasang. Pemusnahan akan dilanjutkan besok,” jelasnya.

Tim Jibom juga mengalami kendala saat melakukan penyisiran karena kondisi pasang surut air laut dan minimnya pencahayaan di lokasi.

“Kami sudah meninjau lokasi, namun terkendala pasang surut air laut dan kondisi yang sudah gelap sehingga pandangan terbatas. Besok kami akan kembali melakukan pengecekan di TKP,” tambah Kapolres.

Pemda Biak Siapkan Penanganan Warga Terdampak

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zakharias L. Mailoa, ST., MM., mengatakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah membentuk tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu penanganan dampak ledakan serta kebutuhan warga terdampak.

“Pada prinsipnya kami dari pemerintah daerah membackup teman-teman TNI dan Polri. Apa yang dibutuhkan masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk membantu dan menangani mereka ke depan,” kata Zakharias.

Ia menambahkan, pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat ledakan akan dilakukan setelah aparat memastikan lokasi kejadian benar-benar aman dan steril dari ancaman bahan peledak lainnya.

Peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II ini menjadi salah satu insiden paling mematikan yang terjadi di Biak Numfor dalam beberapa tahun terakhir. Aparat gabungan masih terus melakukan pencarian korban sekaligus sterilisasi kawasan guna mencegah potensi ledakan susulan. (un)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *