Pemkab Biak Numfor Serahkan Tiga Jenazah Korban Ledakan Bom PD II kepada Keluarga

Korban Berhasil Diidentifikasi Melalui Uji DNA, Pemakaman Diserahkan kepada Masing-Masing Keluarga

Penyerahan Tiga Jenazah Korban Ledakan Bom PD II kepada Keluarga oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Biak Numfor, Lot Yensenem, M.Si., bersama Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, di RSUD Biak, Rabu (15/7/2026). (Foto : Yuni Bontong)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor secara resmi menyerahkan tiga jenazah korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II kepada keluarga masing-masing setelah seluruh proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dinyatakan selesai.

Prosesi penyerahan berlangsung di RSUD Biak, Rabu (15/7/2026), disaksikan keluarga korban, jajaran Polda Papua, Polres Biak Numfor, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor.

Sebelumnya, tiga korban yang sempat belum dapat dikenali berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA. Sebanyak 10 sampel bagian tubuh korban bersama sampel DNA keluarga dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri pada 7 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, ketiga korban dipastikan adalah Yulianus Raubaba, La Ini (Lai Madura), dan Yohanes Andre Marandof.

Prosesi diawali dengan penyerahan ketiga jenazah oleh Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

“Dari pihak kepolisian, ketiga korban yang telah berhasil diidentifikasi kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar AKBP Ari Trestiawan.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Biak Numfor, Lot Yensenem, M.Si., menerima penyerahan tersebut sebelum kemudian menyerahkannya kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menerima ketiga jenazah ini untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga masing-masing agar dapat dimakamkan sesuai dengan tata cara dan ketentuan yang berlaku. Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami menyerahkan jenazah atas nama Yulianus Raubaba, Yohanes Andre Marandof, dan La Ini (Lai Madura) kepada keluarga masing-masing,” kata Lot Yensenem.

Penyerahan jenazah berlangsung secara simbolis dan penuh haru. Sejumlah anggota keluarga tampak hadir menerima jenazah orang-orang tercinta setelah lebih dari satu bulan menunggu proses identifikasi ilmiah oleh Tim DVI Polri.

Peristiwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II yang terjadi di Kompleks Perikanan Biak pada 31 Mei 2026 mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, serta merusak sejumlah rumah warga dan sebuah gereja di sekitar lokasi kejadian.

Dengan telah diserahkannya tiga jenazah terakhir kepada keluarga, seluruh korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut kini telah berhasil diidentifikasi dan dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *