Yanni Soroti Krisis Guru Agama Kristen, Dorong Grand Design SDM Papua Berbasis Otsus

Anggota KEPP Otsus Papua Yanni bersama pimpinan dan anggota MRP.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Yanni, mendorong Pemerintah Provinsi Papua menyusun Grand Design Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis Otsus sebagai langkah strategis mengatasi krisis guru Pendidikan Agama Kristen sekaligus memperkuat pembangunan manusia Papua secara berkelanjutan.

Menurut Yanni, kelangkaan guru Pendidikan Agama Kristen yang terjadi di berbagai daerah bukan sekadar persoalan kekurangan tenaga pendidik, tetapi juga menyangkut masa depan pembentukan karakter, moral, dan spiritual generasi muda Papua.

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan yang diprakarsai Pokja Agama MRP di Jayapura, Kamis (25/6), yang dihadiri unsur perguruan tinggi, perwakilan gereja, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Bappeda, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa sejak tahun 2006 hampir tidak ada lagi rekrutmen guru Pendidikan Agama Kristen, sehingga banyak sekolah mengalami kekurangan tenaga pendidik pada mata pelajaran tersebut.

“Pendidikan agama tidak bisa dipandang hanya sebagai mata pelajaran. Di sanalah nilai keimanan, integritas, budi pekerti, dan karakter peserta didik dibentuk. Jika fondasi ini melemah, dampaknya akan dirasakan masyarakat di masa depan,” ujar Yanni.

Ia menjelaskan, di sejumlah wilayah Papua seorang guru agama harus melayani ratusan siswa bahkan mengajar di beberapa sekolah sekaligus. Tidak sedikit pula sekolah yang akhirnya menunjuk guru dari mata pelajaran lain untuk mengajar Pendidikan Agama Kristen meski tidak memiliki kompetensi maupun sertifikasi yang sesuai.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran sekaligus memperlebar kesenjangan layanan pendidikan di Papua.

Grand Design SDM Berbasis Otsus

Mantan Anggota DPR Papua 4 periode ini menilai penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan menambah formasi guru. Papua membutuhkan kebijakan jangka panjang melalui penyusunan Grand Design Penguatan SDM Berbasis Otonomi Khusus.

Menurutnya, Otsus harus menjadi instrumen utama untuk membangun kualitas manusia Papua secara menyeluruh, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan hingga profesi strategis lainnya.

“Selama ini kita sering menyelesaikan persoalan secara parsial. Padahal Papua membutuhkan arah besar pembangunan SDM agar setiap kebijakan saling terhubung dan mampu menjawab kebutuhan jangka panjang,” katanya.

Dalam sektor pendidikan, Yanni mengusulkan dilakukan pemetaan kebutuhan guru Pendidikan Agama Kristen di seluruh Tanah Papua sebagai dasar penyusunan formasi ASN maupun PPPK.

Selain itu, ia juga mengusulkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
Kebijakan afirmatif bagi Orang Asli Papua (OAP);
Penyediaan beasiswa bagi calon guru Pendidikan Agama Kristen;
Penerapan skema ikatan dinas bagi lulusan pendidikan guru;
Pemberian insentif khusus bagi guru yang mengabdi di daerah terpencil dan wilayah dengan akses terbatas.

Perlu Sinkronisasi Kebijakan

Yanni yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Papua ini menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Ia mengingatkan, sejak perubahan pembagian kewenangan pemerintahan, pengelolaan pendidikan SD dan SMP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sedangkan SMA berada di bawah pemerintah provinsi. Karena itu, koordinasi lintas lembaga dinilai menjadi kunci agar kebutuhan guru agama tidak lagi terhambat persoalan administratif.
Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran penting sebagai benteng moral dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat Papua.

“Jika pendidikan agama tidak berjalan optimal, kita akan kehilangan ruang pembentukan karakter, etika, dan toleransi. Karena itu, investasi terbesar Otsus harus dimulai dari pembangunan manusianya,” tegas Yanni.

Pada akhir pertemuan, Pokja Agama MRP membentuk tim khusus untuk mengkaji lebih mendalam persoalan kelangkaan guru Pendidikan Agama Kristen sekaligus menyusun rekomendasi sebagai dasar penyelesaian masalah tersebut di Papua. (bat)

Sudah 20 Tahun Minim Rekrutmen Guru Agama Kristen, Yanni Usulkan Grand Design SDM Papua Berbasis Otsus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *