Konsolidasi di Biak, Yanni Targetkan Gerindra Papua Raih Kemenangan Besar pada Pemilu 2029

Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni foto bersama pengurus DPC Partai Gerindra Biak dan Supiori serta anggota dewan dalam acara konsolidasi di Biak.
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni, menegaskan target besar partainya untuk memenangkan Pemilu 2029 di Papua. Target tersebut disampaikan saat memimpin konsolidasi bersama pengurus DPC Gerindra Kabupaten Biak Numfor dan DPC Gerindra Kabupaten Supiori yang dipusatkan di Biak, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi rutin DPD Gerindra Papua untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang.

Dalam arahannya, Yanni menekankan bahwa mesin partai harus terus bekerja sepanjang waktu dan tidak hanya aktif menjelang pemilu.

“Pemilu dimenangkan jauh sebelum hari pencoblosan. Kepercayaan rakyat dibangun melalui kerja yang konsisten, bukan kerja musiman,” tegas Yanni.

Menurutnya, setiap kader memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata, pelayanan, dan pengabdian kepada rakyat.
Ia juga mengingatkan bahwa politik bukan sekadar sarana meraih kekuasaan, melainkan wadah untuk melayani masyarakat.

“Kerja politik adalah kerja yang mulia. Politik adalah jalan pengabdian. Kalau niat kita lurus, setiap hari kita mendengar rakyat, memperjuangkan kepentingan mereka, lalu menghadirkan solusi. Bagi saya, itu adalah ibadah,” ujarnya.

Menangkan Hati Rakyat

Yanni mengatakan kemenangan Gerindra pada Pemilu 2029 harus diawali dengan memenangkan hati rakyat melalui kehadiran dan kerja nyata.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui slogan maupun alat peraga kampanye semata, melainkan melalui konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Hati rakyat tidak dimenangkan dengan baliho. Tidak dimenangkan dengan slogan. Hati rakyat lahir dari kehadiran, ketulusan, dan kerja nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Gerindra di Papua agar membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh adat, tokoh agama, akademisi, profesional, generasi muda, hingga figur-figur potensial lainnya untuk bergabung bersama Gerindra.

“Gerindra harus menjadi rumah besar perjuangan rakyat. Rumah bagi orang-orang baik yang ingin membangun Papua dan Indonesia,” ujarnya.

Tinggalkan Politik Fitnah

Dalam kesempatan tersebut, Yanni mengingatkan seluruh kader agar mengedepankan politik yang santun dengan meninggalkan praktik fitnah, hoaks, maupun ujaran kebencian.

Menurutnya, Gerindra harus hadir membawa gagasan, solusi, serta menjadi bagian dari penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Ia juga meminta kader mampu menjelaskan berbagai program pemerintah secara utuh

kepada masyarakat, di antaranya Program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Merah Putih.

“Jangan biarkan masyarakat menerima informasi yang sepotong-sepotong. Tugas kader adalah menjelaskan tujuan setiap program pemerintah secara utuh. Kalau ada kekurangan, pemerintah sedang bekerja keras memperbaiki tata kelolanya. Tujuan besarnya tetap untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Yanni menilai Program Koperasi Merah Putih merupakan bentuk kehadiran negara dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Ia menambahkan, seluruh kerja politik Gerindra bermuara pada upaya mengawal visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.

Hadiri Youth Camp dan Temui Korban Ledakan Bom

Selama berada di Kabupaten Biak Numfor, Yanni juga menghadiri kegiatan Youth Camp GPdI yang diikuti ribuan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak generasi muda Papua membangun demokrasi yang berkeadaban, berpikir kritis, serta tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.

Usai kegiatan tersebut, Yanni mengunjungi keluarga korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.

Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus mendorong adanya langkah yang lebih sistematis untuk menangani sisa-sisa peninggalan perang yang masih mengancam keselamatan warga melalui gagasan program “Papua Aman dari Warisan Perang.”

“Saya ingin Gerindra dikenang karena pengabdiannya, bukan hanya karena atributnya. Kalau kita bekerja dengan tulus, hati rakyat akan bersama kita. Saat hati rakyat sudah bersama Gerindra, kemenangan akan datang sebagai buah dari pengabdian,” imbuhnya. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *