BIAK, Papuaterkini.com – Ribuan warga Kabupaten Biak Numfor memadati ruas jalan utama Kota Biak untuk menyaksikan Parade Wor dan Suling Tambur yang menjadi salah satu rangkaian utama Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026, Rabu (1/7/2026).
Parade berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional dan penampilan peserta yang mengenakan busana adat khas Biak. Rute parade dimulai dari kawasan Pasar Ikan Biak menuju Lapangan Cenderawasih Biak yang menjadi pusat pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi 2026.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memadati sepanjang jalur parade untuk menyaksikan penampilan para peserta sekaligus memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Sebanyak 24 regu ambil bagian dalam Parade Wor, sementara enam regu mengikuti Parade Suling Tambur. Tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Biak Numfor masih menjaga dan mencintai warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zakharias L. Mailoa, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Biak Munara Wampasi 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam Festival Biak Munara Wampasi. Kegiatan ini merupakan wujud kecintaan kita terhadap budaya Biak yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Sebelum melepas peserta parade, Zakharias juga mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama mengikuti kegiatan.
Ia mengimbau peserta untuk menggunakan alas kaki sesuai anjuran panitia guna menghindari cedera. Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan pengalaman pelaksanaan festival tahun sebelumnya yang mencatat adanya peserta mengalami luka hingga harus mendapatkan perawatan medis.
“Panitia mengimbau seluruh peserta menggunakan sandal atau alas kaki demi menjaga keselamatan dan kesehatan selama mengikuti parade. Namun, kami tetap menghormati ketentuan adat yang berlaku,” katanya.
Usai menyampaikan sambutan, Zakharias secara resmi melepas peserta Parade Wor dan Suling Tambur yang kemudian bergerak menuju lokasi utama Festival Biak Munara Wampasi.
Parade Wor dan Suling Tambur menjadi salah satu ikon budaya dalam Festival Biak Munara Wampasi yang mencerminkan komitmen masyarakat Biak Numfor dalam menjaga tradisi, seni, dan nilai-nilai budaya leluhur.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Biak Numfor sebagai salah satu pusat kebudayaan di kawasan Pasifik.
Melalui semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap Festival Biak Munara Wampasi tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan nasional maupun mancanegara serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. (un)














