900 Personel Satgas Pamtas RI–PNG Kembali ke Satuan Usai Satu Tahun Bertugas di Papua Pegunungan

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memeriksa pasukan dalam upacara pelepasan Satgas di Dermaga Pelabuhan Biak, Selasa (21/7/2026).
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Sebanyak 900 personel TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG resmi kembali ke satuan masing-masing setelah menyelesaikan penugasan selama satu tahun di wilayah Papua Pegunungan.

Upacara pelepasan personel Satgas berlangsung di Dermaga Pelabuhan Biak, Selasa (21/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.

Personel yang dipulangkan berasal dari Yonif 711/Raksatama (RKS) Palu dan Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha (PSY) Kupang. Selama masa penugasan, mereka menjalankan tugas pengamanan di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Deiyai.

Dalam amanatnya, Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel atas dedikasi serta pengabdian selama menjalankan tugas di Tanah Papua.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY Kupang atas segala dharma bakti selama menjalankan penugasan di wilayah Papua,” ujar Pangdam.

Menurutnya, penugasan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu, seluruh prajurit patut bersyukur dan bangga karena telah mampu melaksanakan amanah dengan baik.

Pangdam menilai keberadaan Satgas tidak hanya berhasil menjaga stabilitas keamanan di wilayah penugasan, tetapi juga aktif membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Para prajurit telah menciptakan rasa aman, membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat serta mendukung pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. Jadikan pengalaman bertugas di Tanah Papua sebagai bekal dan motivasi dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pangdam juga memberikan penegasan kepada seluruh personel agar tidak membawa, memperdagangkan, maupun memindahkan satwa dan tumbuhan yang dilindungi saat kembali ke daerah asal.

“Institusi TNI berkomitmen dan sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan. Karena itu saya tegaskan agar tidak membawa ataupun memperdagangkan flora dan fauna yang dilindungi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan, selama kurang lebih satu tahun bertugas, kedua Satgas telah memberikan kontribusi positif, baik dalam menjaga keamanan maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut berbagai kegiatan yang dilakukan prajurit antara lain pelayanan kesehatan, membantu pendidikan di daerah yang kekurangan tenaga pengajar, pembangunan infrastruktur, pemberian makanan bergizi, pengobatan masyarakat hingga pembinaan teritorial.

“Selama penugasan mereka memberikan kontribusi yang luar biasa. Tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga membantu mengatasi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, pemberian makanan bergizi, pengobatan hingga berbagai kegiatan pembinaan teritorial,” ujarnya.

Pangdam juga mengapresiasi kepemimpinan kedua komandan batalyon yang dinilai mampu menjaga nama baik TNI selama melaksanakan tugas.

“Saya juga berterima kasih kepada kedua Danyon. Selama penugasan saya tidak mendengar adanya hal-hal negatif yang terjadi selama penugasan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa setiap prajurit harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasan.

“Saya selalu menyampaikan kepada prajurit bahwa keberadaan kalian di tengah masyarakat harus memberi dampak yang bisa langsung dirasakan,” katanya.

Ditambahkan, dampak tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti pelayanan kesehatan dari honai ke honai, membantu pemberian makanan bagi anak-anak sekolah, mendampingi proses belajar mengajar, membantu pembangunan rumah ibadah, hingga membeli hasil bumi milik mama-mama di pedalaman agar mereka tidak perlu berjalan jauh menjual hasil panennya.

“Mungkin terlihat sederhana, tetapi kegiatan-kegiatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Dari situ terjalin kedekatan antara prajurit TNI dengan masyarakat di daerah penugasan,” pungkasnya. Pan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *