Senator Lalita Kawal Ketahanan Pangan dan Salurkan 3,1 Ton Beras untuk Warga Kurang Mampu Saat Reses di Papua

Senator Lalita saat mengunjungi Gudang Bulog untuk memastikan ketahanan pangan.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Papua, Lalita, S.H., M.H., memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Papua berada dalam kondisi aman saat melakukan kunjungan kerja reses ke Kantor Wilayah Bulog Papua di Kota Jayapura, Selasa (21/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Senator Lalita juga menuntaskan penyaluran bantuan beras sebanyak 3,1 ton kepada masyarakat kurang mampu di sejumlah wilayah Papua sebagai bagian dari program reses anggota DPD RI.

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPD RI terhadap sektor ketahanan pangan sekaligus memastikan distribusi Cadangan Pangan Pemerintah berjalan optimal. Lalita meninjau langsung gudang penyimpanan Bulog Papua untuk memastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia mengambil sisa alokasi bantuan beras reguler dari Bulog Pusat sebanyak 1,5 ton atau sekitar 300 karung. Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Sebelumnya, sebanyak 1,6 ton beras telah disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori. Dengan demikian, total bantuan beras selama masa reses yang mencapai 3,1 ton telah seluruhnya tersalurkan.

“Pada hari ini kami bersama Bulog Papua mengambil sisa kuota beras reses sebanyak 1,5 ton. Seluruh bantuan ini akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Jayapura dan sekitarnya,” ujar Lalita.

Menurutnya, kegiatan reses tidak hanya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap sektor-sektor strategis, terutama ketahanan pangan.

Sebagai anggota Komite II DPD RI, Lalita mengatakan pengawasan dilakukan dengan memastikan ketersediaan stok pangan, kelancaran distribusi, serta memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi.

“Hasil peninjauan menunjukkan stok beras pemerintah di Papua masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Lalita menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan secara ketat agar tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mengawal data penerima secara serius sehingga bantuan ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kenaikan harga beras di pasaran disebabkan minimnya stok Bulog. Menurutnya, Cadangan Pangan Pemerintah masih mencukupi, sedangkan gejolak harga diduga lebih dipengaruhi praktik penimbunan oleh oknum pelaku usaha.

Sementara itu, Kepala Kanwil Bulog Papua, Ahmad Mustari, menjelaskan bantuan beras tersebut merupakan alokasi resmi dari Bulog Pusat kepada anggota DPD RI dalam pelaksanaan reses.

“Total alokasi yang disiapkan sebanyak 3,1 ton. Sebelumnya 1,6 ton telah disalurkan di Biak Numfor dan Supiori, sedangkan hari ini sisa 1,5 ton kami serahkan kepada tim Senator Lalita untuk didistribusikan kepada masyarakat di wilayah Jayapura dan sekitarnya,” jelas Ahmad Mustari.

Ia menambahkan, Bulog hanya bertindak sebagai penyedia komoditas sesuai penugasan dari kantor pusat, sedangkan proses pendistribusian kepada masyarakat dilakukan oleh tim anggota DPD RI.

Selain mengawal ketahanan pangan, Lalita menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Papua, mulai dari bantuan bibit pertanian hingga peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

“Papua memiliki sumber daya yang melimpah sehingga tidak boleh ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan. Di sisi lain, saya juga terus memperjuangkan agar pendidikan dan layanan kesehatan dapat dinikmati seluruh masyarakat. Saat ini saya secara pribadi membantu membiayai pendidikan sepuluh anak dari keluarga kurang mampu, dan ke depan saya berharap pemerintah dapat menghadirkan pendidikan serta pelayanan kesehatan yang benar-benar gratis bagi masyarakat,” pungkasnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *