DPR Papua dan Pertamina Bahas Solusi Antrean Panjang di SPBU, Pastikan Stok BBM Aman

Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai bersama Ketua Komisi IV DPR Papua, Jhoni Y Betaubun dan anggotanya foto bersama EGM Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Awan Raharjo bersama jajaran usai pertemuan, Kamis, 30 Juli 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, bersama jajaran Komisi IV DPR Papua melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Kamis (30/7/2026), guna membahas persoalan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Papua.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPR Papua didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua Jhoni Y. Betaubun, Wakil Ketua Komisi IV Edwar Norman Banua, serta anggota Komisi IV, yakni Jefri Bisai, Frangklin Wahae, Albert Meraudje, Yermias Joseph Yanggu Wouw, Yotam Bilasi, Wagus Hidayat, dan Valentina Ibe.

Pertemuan tersebut bertujuan memastikan penyebab antrean panjang yang belakangan menjadi perhatian masyarakat. Dari hasil pembahasan, DPR Papua memastikan kondisi itu bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), melainkan meningkatnya permintaan terhadap BBM bersubsidi.

Ketua DPR Papua Denny Henrry Bonai mengatakan, pihaknya awalnya menduga terjadi kelangkaan pasokan BBM. Namun, setelah menerima penjelasan dari Pertamina, dipastikan stok BBM di seluruh SPBU, khususnya di Kota Jayapura, dalam kondisi aman.

“Kami datang dengan asumsi awal terjadi kelangkaan BBM. Namun setelah mendapat penjelasan dari Pertamina, ternyata stok BBM di seluruh SPBU, khususnya di Kota Jayapura, dalam kondisi cukup dan tidak mengalami kekurangan. Yang menjadi persoalan adalah antrean panjang,” ujar Denny.

Menurutnya, DPR Papua bersama Pertamina telah membahas sejumlah langkah untuk mengurangi antrean, di antaranya melalui penambahan jam operasional SPBU serta peningkatan pengawasan distribusi BBM.

Ia berharap berbagai solusi yang disiapkan dapat segera diterapkan agar antrean kendaraan di SPBU bisa berkurang.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak panik karena ketersediaan BBM di Papua dipastikan aman,” katanya.

Denny menambahkan, berdasarkan laporan Pertamina, stok BBM di sejumlah daerah seperti Biak dan Serui juga dalam kondisi mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi.

Migrasi Konsumsi BBM Subsidi

Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengapresiasi kunjungan DPR Papua sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Awan menegaskan, stok BBM di seluruh fuel terminal maupun SPBU di Provinsi Papua berada dalam kondisi memadai dan terus dipantau melalui sistem digital sehingga distribusinya dapat diawasi secara optimal.

“Yang terjadi saat ini bukan kelangkaan BBM, tetapi adanya peningkatan permintaan BBM subsidi akibat kenaikan harga BBM non-subsidi. Dari data kami, terjadi migrasi konsumsi BBM sekitar 13 hingga 15 persen, sehingga antrean di SPBU menjadi lebih panjang,” jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina akan menambah titik pelayanan BBM bersubsidi. SPBU Holtekamp ditargetkan mulai melayani penyaluran solar paling lambat pekan depan, sedangkan SPBU Doyo dijadwalkan mulai melayani solar pada Oktober 2026.

Menurut Awan, penambahan titik layanan itu diharapkan dapat mengurangi kepadatan di SPBU dalam Kota Jayapura, khususnya bagi kendaraan angkutan yang menuju Kabupaten Sarmi, Keerom, maupun jalur Trans Wamena.

Selain itu, Pertamina juga akan mengevaluasi kemungkinan penambahan jam operasional SPBU sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Perkuat Pengawasan Distribusi

Terkait temuan dugaan penimbunan BBM yang diungkap Polda Papua dan Polresta Jayapura Kota, Awan mengatakan Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Dinas Perhubungan untuk melakukan pengawasan lintas sektoral.

Monitoring dilakukan melalui inspeksi ke SPBU maupun pemeriksaan terhadap kendaraan yang mengantre untuk pengisian BBM.

“Dari beberapa kegiatan tersebut, langsung diambil tindakan oleh kepolisian dan juga Dinas Perhubungan. Ini merupakan hasil koordinasi yang sudah cukup erat antara Pertamina, Polda Papua, Dinas ESDM, dan Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini personel kepolisian juga telah ditempatkan di sejumlah SPBU di Kota Jayapura guna membantu pengawasan distribusi BBM dan menjaga ketertiban antrean. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *