JAYAPURA, Papuaterkini.com — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) mengingatkan generasi muda Papua untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan tantangan pembangunan dalam lima tahun mendatang.
“Lima tahun ke depan akan lain. Karena itu, kalian harus mempersiapkan diri dari sekarang,” kata Fakhiri saat membuka Pelatihan Dasar Kepemimpinan Himpunan Pemuda Papua Tahun 2026 di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Jumat (21/8/2026).
Pesan tersebut disampaikan Fakhiri di hadapan para peserta pelatihan yang mengusung tema “Belajar Bukan untuk Tahu, Belajar untuk Hidup.”
Menurut Fakhiri, perubahan yang akan terjadi di Papua membutuhkan generasi muda yang memiliki kesiapan, pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi.
Ia menekankan, pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan tidak boleh berhenti sebatas teori, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Pemuda Diminta Bangun Jejaring
Fakhiri juga mendorong pemuda Papua membangun komunikasi dan jejaring dengan pemerintah maupun berbagai organisasi kepemudaan.
Menurutnya, jaringan tersebut penting untuk membuka ruang kolaborasi sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan Papua.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan untuk berkomunikasi dengan anak-anak yang luar biasa. Kita membangun chemistry sehingga setelah selesai kegiatan, kita tetap bisa berkomunikasi,” ujarnya.
Fakhiri berharap para pemuda dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, generasi muda juga didorong ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
“Kalian Adalah Wajah Masa Depan Papua”
Bagi Fakhiri, tantangan kepemimpinan Papua ke depan tidak hanya berada di lingkungan pemerintahan. Generasi muda harus mempersiapkan diri untuk mengambil peran di berbagai bidang, termasuk dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan sektor lainnya.
“Kalian adalah wajah masa depan Papua,” tegasnya.
Karena itu, Fakhiri meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan membawa pengalaman serta pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan sebuah pelatihan tidak semata-mata diukur dari berakhirnya kegiatan, tetapi dari kemampuan peserta menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.
“Pelatihan bukan semata-mata ditentukan oleh selesainya kegiatan, melainkan dari kemampuan peserta menciptakan perubahan positif setelah kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (bat)















