Reses di Biak, Anggota DPR Papua Martinus Pasang Serahkan 40 Sak Semen untuk Pembangunan Pagar Gereja Sion Waroi Sup

Anggota DPR Provinsi Papua, Martinus Pasang, A.Pi., menyerahkan bantuan 40 sak semen untuk pembangunan pagar Gereja GKI Jemaat Sion Waroi Sup di Kampung Kabidon, Kabupaten Biak Numfor, saat melaksanakan reses di daerah pemilihannya, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Yuni Bontong)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Anggota DPR Provinsi Papua, Martinus Pasang, A.Pi., menyerahkan bantuan material berupa 40 sak semen untuk mendukung pembangunan pagar Gereja GKI Jemaat Sion Waroi Sup di Kampung Kabidon, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (5/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan Martinus saat melaksanakan kunjungan reses di daerah pemilihannya, Biak-Supiori.

Material bangunan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan pagar gereja yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Martinus mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungannya terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya jemaat GKI Sion Waroi Sup yang sedang berupaya menyelesaikan pembangunan fasilitas gereja.

“Hari ini kami serahkan bantuan pembangunan pagar gereja sebanyak 40 sak semen. Semoga bantuan ini dapat membantu pembangunan pagar gereja,” ujar Martinus.

Sementara itu, Ketua Jemaat GKI Sion Waroi Sup, Pdt. Bruri M. Wutwensa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan serta perhatian yang diberikan Martinus Pasang bersama keluarga kepada jemaat.

“Terima kasih banyak. Saya bersama majelis dan seluruh warga jemaat menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kami,” kata Pdt. Bruri.

Ia menjelaskan, pembangunan pagar gereja masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Hal itu karena sebagian besar jemaat yang berjumlah sekitar 40 kepala keluarga bekerja sebagai petani.

“Sekitar 100 persen jemaat kami bertani, sehingga dukungan dari luar sangat membantu pembangunan ini,” jelasnya.

Menurut Pdt. Bruri, pembangunan pagar gereja sebelumnya ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Namun, kondisi cuaca dan keterbatasan air menjadi kendala sehingga proses pengerjaan harus menyesuaikan keadaan di lapangan.

Selain mendukung keamanan dan kerapian lingkungan gereja, pembangunan pagar tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga batas tanah gereja.

Ia menyebutkan, lahan gereja memiliki ukuran sekitar 140 x 200 meter. Saat ini, proses pengukuran lahan masih dilakukan oleh pihak pertanahan.

Pihak jemaat berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus mengalir sehingga pembangunan pagar Gereja GKI Jemaat Sion Waroi Sup dapat diselesaikan sesuai harapan.(un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *