Reses Tahap II, Johanes Markus Wakum Serahkan Bantuan Penataan Tanaman Sagu kepada Kelompok Tani di Biak Numfor

Anggota DPR Papua, Johanes Markus Wakum menyerahkan bantuan peralatan untuk kegiatan penataan tanaman sagu tahun 2026 kepada kepada kelompok tani di Biak Numfor dalam kegiatan reses tahap II.
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum, menyerahkan bantuan kegiatan Penataan Tanaman Sagu Tahun Anggaran 2026 kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Biak Numfor.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangka Reses Tahap II Tahun 2026 yang dilaksanakan Johanes Markus Wakum di Kabupaten Biak Numfor, Senin (24/8/2026).

Bantuan disalurkan melalui sinergi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua bersama Dinas Pertanian Kabupaten Biak Numfor sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pangan lokal sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.

Sebanyak tujuh kelompok tani menerima bantuan untuk mendukung pengelolaan lahan sagu dengan luas keseluruhan mencapai 200 hektare yang tersebar di Distrik Biak Utara, Andey, Biak Barat, Swandiwe, dan Oridek.

Adapun bantuan yang diberikan meliputi 20 unit chainsaw, 200 unit dodos sagu, 200 unit sekop, 400 unit parang, serta 400 pasang sepatu boot.

Johanes Markus Wakum mengatakan, pengembangan tanaman sagu tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas serta budaya masyarakat Papua.

“Sagu bukan hanya pangan lokal, tetapi bagian dari identitas dan masa depan masyarakat Papua. Karena itu, harus kita jaga, kembangkan, dan manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di kampung,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan terhadap petani sagu perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi pangan lokal Papua dapat dikelola secara produktif dan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Melalui pelaksanaan Reses Tahap II, Johanes Wakum juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya dari kelompok tani. Aspirasi tersebut selanjutnya akan didorong dan dikawal agar dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, perjuangan aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti pada tahap penyampaian, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk program yang memberikan manfaat nyata.

“Aspirasi didengar, diperjuangkan, dan diwujudkan dalam aksi nyata untuk masyarakat,” tegasnya.

Johanes Wakum berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani untuk mendukung penataan dan pengelolaan tanaman sagu, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat mulai dari tingkat kampung. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *