Yanni Sampaikan Aspirasi Tokoh Agama Papua Soal Bantuan Pembangunan Rumah Ibadah kepada Presiden Prabowo

banner 120x600

    JAKARTA, Papuaterkini.com – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua Yanni menyampaikan aspirasi mengenai bantuan pembangunan rumah ibadah di Papua kepada Presiden Prabowo Subianto.

    Aspirasi itu disampaikan Yanni saat bertemu Presiden pada Minggu (20/9/2026) malam.

    Menurut Yanni, kebutuhan rumah ibadah menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Ia mengusulkan agar bantuan pembangunan dan perbaikan rumah ibadah di Papua dapat diberikan secara lebih luas, mencakup gereja, masjid, serta rumah ibadah umat agama lainnya.

    “Di Papua, rumah ibadah memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kami menyampaikan aspirasi agar ada perhatian dan bantuan untuk rumah-rumah ibadah,” ujar Yanni kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

    Yanni juga menekankan peran tokoh agama dalam kehidupan masyarakat Papua. Para pemimpin agama, menurut dia, tidak hanya menjalankan tugas keagamaan, tetapi juga terlibat dalam pendidikan, pelayanan sosial, penyelesaian persoalan masyarakat, dan menjaga perdamaian.

    Dalam pertemuan tersebut, menurut Yanni, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mencatat berbagai masukan yang disampaikan. Presiden kemudian meminta masukan yang rasional dan dapat mempercepat kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Papua untuk ditindaklanjuti pemerintah.

    Jejak Yanni Perjuangkan Rumah Ibadah

    Perhatian Yanni terhadap kebutuhan tokoh agama di Papua telah disampaikan sebelumnya. Pada Mei 2026, Yanni memfasilitasi pertemuan Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Agama dengan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.

    Dalam pertemuan itu, MRP mengusulkan pembangunan 400 rumah tipe 70 bagi pendeta dan tokoh agama di Papua. Rumah tersebut direncanakan tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua.

    Yanni saat itu menyebut pendeta memiliki peran penting sebagai pemimpin spiritual, penggerak sosial, dan mitra pembangunan. Ia juga menyatakan masih mengupayakan bantuan pembangunan rumah ibadah bagi seluruh umat beragama, termasuk gereja dan masjid.

    Rangkaian aspirasi tersebut menjadi latar belakang ketika Yanni kembali menyampaikan persoalan rumah ibadah kepada Presiden.

    Menurut Yanni, perhatian terhadap rumah ibadah berarti memberi ruang bagi masyarakat dan para pemimpin agama untuk terus menjalankan peran mereka di tengah kehidupan Papua.

    “Keberpihakan Presiden sangat besar terhadap kelancaran peribadatan umat beragama. Aspirasi para tokoh agama yang disampaikan melalui DPD Gerindra Papua ditanggapi serius oleh Presiden,” pungkasnya. (bat)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *