Bupati Biak Numfor Dorong Siswa Berinovasi Olah Sampah Jadi Produk Bernilai

Bupati Biak Numfor, Markus O. Masnembra, SH., MM., saat membuka Lomba Kreasi Inovasi dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai guna di Swiss-Belhotel Biak, Jumat (25/9/2026). (Foto: Yuni)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Biak Numfor untuk pertama kalinya menggelar Lomba Kreasi Inovasi dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai guna. Kegiatan tersebut diikuti 36 siswa yang tergabung dalam 12 tim dari tujuh sekolah tingkat SMA di Swiss-Belhotel Biak, Jumat (25/9/2026).

Lomba ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menuangkan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan sampah, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Bupati Biak Numfor, Markus O. Masnembra, SH., MM., mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kreasi Inovasi Kabupaten Biak Numfor Tahun 2026 tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus belajar mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Ia menegaskan, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.

“Ketika kita coba untuk mengelola ini, ternyata membutuhkan berbagai kreativitas, inovasi, tetapi juga membutuhkan niat yang tulus dan kemauan yang keras,” kata Markus.

Menurut Markus, kreativitas siswa dalam memanfaatkan sampah juga dapat dikembangkan untuk mendukung pelestarian dan pengembangan budaya lokal di Kabupaten Biak Numfor. Ia mencontohkan, bahan daur ulang dapat diolah menjadi busana bernuansa budaya Biak dengan tetap mempertahankan ciri khas daerah.

Markus mengatakan, pemerintah daerah berencana memperluas kategori lomba pada pelaksanaan berikutnya, termasuk bidang sains serta pemanfaatan bahan daur ulang yang dipadukan dengan budaya lokal.

“Kita punya tanggung jawab untuk mempersiapkan anak-anak kita. Mereka ini dari sisi umur merupakan masa pertumbuhan yang cukup bagus untuk berinovasi,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BRIDA Biak Numfor, Frans Arwimbab, mengatakan lomba tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap persoalan lingkungan melalui pemanfaatan kembali sampah plastik maupun limbah bahan makanan.

“Tujuannya meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa sehingga mereka peduli terhadap lingkungan dan mampu mengekspresikan ide-ide mereka untuk mengubah sampah menjadi barang yang berguna,” ujar Frans.

Frans menjelaskan, lomba tahun ini khusus diperuntukkan bagi siswa SMA dan diikuti tujuh sekolah dengan total 12 tim. Setiap tim terdiri atas tiga siswa.

Beragam karya dihasilkan para peserta, mulai dari kostum berbahan sampah plastik, tas, hingga berbagai pernak-pernik. Penilaian meliputi kreativitas, kesesuaian dengan tema, nilai seni, keindahan visual, serta efektivitas pemanfaatan bahan bekas.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat diperluas pada tahun depan dengan melibatkan lebih banyak sekolah, termasuk tingkat SMK, sehingga semakin banyak siswa memperoleh ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.(un)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *