JAYAPURA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menggelar buka puasa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta masyarakat di Gedung Negara Dok V, Kota Jayapura, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen, Penjabat Sekda Christian Sohilait, Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, Ketua MRP Nurlince Wamuar, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Bupati Keerom Pieter Gusbager, Bupati Sarmi, pimpinan OPD, BUMN, BUMD, serta tokoh masyarakat dan anak-anak yatim piatu.
Dalam sambutannya, Gubernur Fakhiri menyampaikan bahwa momentum buka puasa bersama ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pemangku kepentingan di Papua.
“Ini kesempatan bagi kita semua untuk kembali membangun kebersamaan setelah sebelumnya terpisah oleh dinamika politik dan agenda lainnya,” ujar Fakhiri.
Ia menegaskan bahwa nilai persatuan di Papua telah terbangun sejak lama melalui filosofi “tiga tungku”, yang mencerminkan harmoni dan toleransi antar umat beragama.
“Papua dari dulu sampai sekarang tetap satu. Walaupun wilayahnya berkembang, tetapi kita tetap satu orang Papua,” tegasnya.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Fakhiri juga menyinggung tradisi mudik bagi masyarakat dan ASN di Papua. Ia berharap masyarakat dapat merayakan Lebaran bersama keluarga, meski dihadapkan pada keterbatasan tiket transportasi.
Di sisi lain, Fakhiri menekankan bahwa fokus pembangunan Pemerintah Provinsi Papua saat ini diarahkan pada sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan, termasuk program cetak sawah.
“Kami dorong masyarakat untuk menanam jagung dan kakao. Ini penting untuk ketahanan pangan, apalagi situasi global seperti konflik di Timur Tengah bisa berdampak pada ekonomi,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat memanfaatkan program pemerintah secara maksimal dengan mendaftar melalui dinas terkait, seraya menegaskan bahwa seluruh program tersebut diberikan secara gratis.
Gubernur turut mengapresiasi sejumlah daerah seperti Keerom, Sarmi, dan Kota Jayapura yang telah mendukung program cetak sawah. Bahkan, ia berkomitmen untuk menambah program tersebut ke depan.
Selain itu, Fakhiri meminta peran aktif BUMN dan BUMD dalam mendukung pembangunan daerah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang terkoordinasi.
“Kami ingin pengelolaan CSR tepat sasaran, sehingga benar-benar menyentuh masyarakat dan mendorong pertumbuhan UMKM,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada tokoh agama terkait keterbatasan dukungan anggaran pemerintah daerah.
Meski demikian, Fakhiri menegaskan bahwa sektor keagamaan tetap menjadi perhatian penting dalam membangun karakter masyarakat Papua.
“Peran agama sangat penting untuk membentengi masyarakat agar menjadi lebih baik,” ujarnya.
Pemprov Papua juga berencana meningkatkan perhatian terhadap mahasiswa, khususnya di asrama, termasuk pemenuhan kebutuhan makan serta pembinaan karakter.
Di sektor perikanan, Fakhiri mengungkapkan rencana pembangunan kampung nelayan serta pengembangan pelabuhan, termasuk di Depapre dan Kota Jayapura.
Ia juga menyinggung dampak kegiatan survei seismik terhadap nelayan, yang menyebabkan kerusakan rumpon di beberapa wilayah seperti Biak, Sarmi, dan Jayapura.
“Kami sudah meminta Kementerian terkait untuk segera mengganti rumpon yang terdampak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyebutkan bahwa ekspor ikan dari Pelabuhan Jayapura telah mencapai 17 ton ke Los Angeles, Amerika Serikat, dan diharapkan terus meningkat guna menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami ingin sektor perikanan menjadi tulang punggung ekonomi Papua ke depan,” pungkasnya. (bat)














