JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua resmi meluncurkan Program PACE (Pelajar Cerdas) dan MACE (Mahasiswa Cerdas) sebagai salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Papua melalui pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Peluncuran program tersebut ditandai dengan peresmian Kartu PACE dan MACE yang akan menjadi instrumen penyaluran bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa di Papua.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Papua yang unggul dan berdaya saing.
“Pendidikan merupakan fondasi pembangunan. Karena itu Pemerintah Provinsi Papua terus berkomitmen menghadirkan kebijakan dan program nyata untuk memastikan anak-anak Papua memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, khususnya pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi,” ujar Marthen.
Ia menjelaskan, dukungan pendidikan melalui Dana Otsus sebenarnya telah berjalan sejak 2024. Saat itu, Dinas Pendidikan membantu mahasiswa yang mengalami kendala dalam menyelesaikan studi akhir, termasuk 40 mahasiswa kedokteran yang menjalani program koas dengan dukungan anggaran sekitar Rp600 juta.
Program tersebut berlanjut pada 2025 dengan bantuan penyelesaian studi bagi 53 mahasiswa. Sementara pada 2026, Pemerintah Provinsi Papua mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar untuk membantu sekitar 110 mahasiswa menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Selain itu, melalui anggaran belanja tambahan tahun 2026, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi 40 mahasiswa koas dan 20 mahasiswa dokter spesialis yang merupakan putra-putri Papua atau memiliki ikatan pengabdian di Tanah Papua.
“Tujuannya agar mereka dapat kembali mengabdi dan memperkuat pelayanan kesehatan di Papua,” katanya.
Tak hanya menyasar mahasiswa, Pemprov Papua juga memberikan perhatian kepada dosen Orang Asli Papua (OAP) yang sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) guna meningkatkan kualitas tenaga akademik di daerah.
Di sektor pendidikan menengah, Program PACE akan memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi, termasuk siswa Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.
Sebanyak 40 siswa PPLP akan menerima bantuan beasiswa pada tahun ini. Selain itu, sekitar 400 siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Negeri Khusus yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua juga berkesempatan memperoleh beasiswa melalui mekanisme seleksi.
Sementara melalui Program MACE, Pemerintah Provinsi Papua menargetkan pemberian beasiswa kepada 1.000 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di seluruh Papua.
Untuk menjamin transparansi dan pemerataan, proses seleksi dilakukan melalui portal digital yang telah disiapkan Dinas Pendidikan Provinsi Papua.
“Data mahasiswa akan diverifikasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), sehingga bantuan tepat sasaran dan tidak ada praktik titipan,” tegas Marthen.
Menurutnya, kuota penerima beasiswa akan dialokasikan secara proporsional di setiap kabupaten dan kota agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh mahasiswa Papua di seluruh wilayah.
Selain program beasiswa, Pemerintah Provinsi Papua juga menyiapkan bimbingan belajar bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan seperti Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta sekolah kedinasan lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Regional CEO BNI Wilayah 16 Papua dan Maluku, Himawan Susanto Nugraha, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Papua kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai mitra penerbit Kartu PACE dan MACE.
Menurutnya, kartu tersebut dirancang sebagai kartu multifungsi yang mengintegrasikan tiga layanan sekaligus, yakni sebagai kartu identitas pelajar atau mahasiswa, kartu debit/ATM, serta kartu TapCash untuk mendukung transaksi non-tunai.
“Cukup dengan satu kartu, pelajar dan mahasiswa dapat menggunakannya sebagai identitas, kartu ATM untuk transaksi pendidikan, serta kartu TapCash yang dapat digunakan untuk pembayaran transportasi dan layanan publik lainnya,” ujarnya.
Melalui Program PACE dan MACE, Pemerintah Provinsi Papua berharap semakin banyak generasi muda Papua memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang berkualitas, menyelesaikan studi tepat waktu, serta menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Papua di masa depan. (bat)














