Gubernur Fakhiri Pastikan Program Cetak Sawah Rakyat Libatkan Masyarakat Adat dan Petani Lokal

Gubernur Papua Matius D Fakhiri.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua bersama Kementerian Pertanian RI mempercepat pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja dan Komitmen Pelaksana Konstruksi Program Cetak Sawah Rakyat yang berlangsung di Kota Jayapura, Senin (1/6/2026).

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan kontrak pekerjaan cetak sawah telah ditandatangani pada pertengahan Mei 2026 dan kini memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat telah berkomitmen memastikan program berjalan sesuai target, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

“Hari ini kita sepakat membuat satu komitmen untuk memastikan pekerjaan cetak sawah dilakukan dengan baik dan berkualitas. Harapannya, hasil cetak sawah ini dapat dimanfaatkan, ditanami, dan menghasilkan panen yang memberikan manfaat bagi petani,” ujar Hermanto.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas lahan yang dibuka, tetapi juga dari keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam setiap tahapan pelaksanaan.

“Kami menegaskan bahwa pelaksanaan program cetak sawah harus melibatkan masyarakat setempat, termasuk petani dan kelompok tani, sehingga mereka berada di garis depan dalam pelaksanaan program ini,” katanya.

Papua Didorong Menjadi Contoh Nasional

Sementara itu, Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menyatakan Program Cetak Sawah Rakyat merupakan salah satu program strategis nasional yang telah disosialisasikan sejak awal tahun kepada masyarakat di berbagai wilayah Papua.

Ia menilai dimulainya pekerjaan konstruksi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden RI dan Kementerian Pertanian.

“Hari ini menjadi titik awal dimulainya pekerjaan di lapangan. Bagi kami di Provinsi Papua, ini menunjukkan bahwa apa yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian benar-benar sedang dilaksanakan,” kata Fakhiri.

Gubernur berharap Papua dapat menjadi model keberhasilan program cetak sawah di Indonesia dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat dan kearifan lokal.

“Keterlibatan dan keberpihakan kepada masyarakat asli Papua sangat penting. Kami ingin program ini menjadi sesuatu yang baik bagi Tanah Papua dan nantinya bisa menjadi tempat belajar bagi daerah lain,” ujarnya.

Libatkan Kepala Kampung dan Masyarakat

Fakhiri juga meminta para bupati, kepala distrik hingga kepala kampung terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam sektor pertanian.

Menurutnya, pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan di Papua.

“Para kepala daerah dan kepala kampung harus terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pertanian merupakan sektor yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan daerah,” tegasnya.

Program Cetak Sawah Rakyat di Papua diharapkan tidak hanya membuka lahan pertanian baru, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produksi pangan daerah, serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan potensi lahan yang tersedia di Tanah Papua. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *