Bupati Biak Tinjau Posko Korban Ledakan Bom, Pastikan 113 Pengungsi Terlayani

Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra menggenodng seorang balita saat mengunjungi warga di Posko Korban Ledakan BOM, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto Istimewa)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, meninjau langsung posko penampungan sementara warga yang terdampak ledakan bom yang diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II, Rabu (3/6/2026).

Sebanyak 113 warga terdampak saat ini ditampung di dua lokasi, yakni Aula Satpol PP dan Hotel Mapia. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para korban serta kebutuhan mereka selama berada di pengungsian.

Dalam kunjungannya, Bupati Markus Mansnembra berdialog langsung dengan warga, termasuk anak-anak yang masih berada di lokasi penampungan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus memantau perkembangan situasi dan berupaya memenuhi seluruh kebutuhan dasar para korban.

“Pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIT kami melakukan kunjungan langsung ke tempat penampungan sementara keluarga korban pasca-ledakan yang terjadi kemarin. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, untuk sementara tempat ini cukup representatif bagi warga yang terdampak,” ujar Bupati Mansnembra.

Saat berbincang dengan anak-anak di posko, Bupati mendapat informasi bahwa sebagian dari mereka belum dapat kembali bersekolah karena perlengkapan belajar dan kebutuhan sekolah ikut rusak akibat ledakan.

“Kami menanyakan kebutuhan mereka dan ada beberapa anak yang menyampaikan bahwa perlengkapan sekolah mereka ikut hancur sehingga belum bisa kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” katanya.

Bupati meminta masyarakat untuk sementara tetap berada di lokasi penampungan dan mengikuti prosedur yang ditetapkan aparat keamanan. Pasalnya, lokasi ledakan masih dalam proses sterilisasi oleh aparat TNI dan Polri guna memastikan area tersebut benar-benar aman.

“Lokasi ledakan masih disterilkan oleh aparat keamanan sehingga beberapa rumah warga yang berada di sekitar area kejadian belum dapat diakses. Kami meminta masyarakat memahami kondisi ini dan mengikuti seluruh prosedur yang ada agar proses penanganan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Selain memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga menjamin seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah daerah, termasuk korban yang membutuhkan rujukan ke luar daerah untuk penanganan medis lanjutan.

“Kami pastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung pemerintah daerah. Bahkan jika ada korban yang harus dirujuk ke daerah lain maupun penanganan korban meninggal dunia, semuanya menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Mansnembra mengatakan bahwa setelah area dinyatakan aman, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan rumah warga dan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kami akan mendata kembali rumah-rumah yang mengalami kerusakan maupun kebutuhan lainnya. Setelah proses sterilisasi selesai, pemerintah akan menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan pembangunan kembali rumah warga atau relokasi apabila diperlukan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar tidak melakukan aktivitas berisiko yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

“Kita semua masih dalam suasana duka. Jangan saling menyalahkan, tetapi mari mengambil hikmah dari kejadian ini. Ke depan kami berharap masyarakat lebih bijak dan tidak lagi melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti penyalahgunaan bahan peledak,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak hingga proses pemulihan pasca-ledakan dapat berjalan dengan baik. (un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *