Ekspedisi Rupiah Berdaulat Papua 2026 Jangkau Lima Pulau 3T, BI dan TNI AL Perkuat Kedaulatan Rupiah

Pelepasan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi melepas keberangkatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2026 sebagai upaya menghadirkan layanan kas keliling di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), sekaligus memperkuat kedaulatan Rupiah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pelepasan tim ERB dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua, jajaran TNI Angkatan Laut, instansi vertikal, perbankan, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, mengatakan Bank Indonesia memiliki amanat berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang untuk mengelola Rupiah, mulai dari perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan hingga pemusnahan uang Rupiah.

“Bank Indonesia bertugas memastikan tersedianya uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, dengan pecahan sesuai kebutuhan masyarakat serta dalam kondisi layak edar,” ujarnya.

Warsono menegaskan bahwa Rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga merupakan identitas bangsa, alat pemersatu, sekaligus simbol kedaulatan negara.

Menurutnya, terdapat tiga tantangan utama dalam mendistribusikan Rupiah ke seluruh pelosok Indonesia, yakni kondisi geografis kepulauan yang sulit dijangkau, iklim tropis yang memengaruhi kualitas fisik uang, serta potensi penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan.

“Karena itu, Bank Indonesia membutuhkan sinergi dengan berbagai elemen bangsa, salah satunya TNI Angkatan Laut yang memiliki armada untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Sinergi BI dan TNI AL dalam program kas keliling wilayah 3T telah berlangsung sejak tahun 2012. Selain memberikan layanan penukaran uang, kegiatan tersebut juga diisi edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBPR) serta kunjungan pelajar ke Kapal Republik Indonesia (KRI).

Hingga tahun 2025, BI dan TNI AL telah melaksanakan 145 kegiatan kas keliling yang menjangkau 745 pulau 3T di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2026, layanan tersebut ditingkatkan menjadi 23 kegiatan di 20 provinsi dengan target menjangkau 115 pulau 3T, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencakup 18 provinsi dan 91 pulau.

Sementara itu, Komandan Koarmada X Jayapura menegaskan komitmen TNI AL mendukung pelaksanaan ERB melalui pengerahan KRI Matabongsang-873 beserta seluruh awak kapal sebagai bentuk sinergi menjaga kedaulatan wilayah perairan sekaligus kedaulatan ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menyampaikan bahwa kehadiran layanan kas keliling sangat penting mengingat banyak pulau berpenghuni di Papua yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan.
Ia menjelaskan wilayah seperti Biak Numfor, Supiori, dan Kepulauan Yapen masih didominasi transaksi tunai sehingga keberadaan uang Rupiah layak edar sangat dibutuhkan masyarakat.

“Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, masyarakat di pulau-pulau terpencil memperoleh akses terhadap uang Rupiah berkualitas tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota,” ujarnya.

ERB Papua 2026 dilaksanakan pada 4–10 Agustus 2026 dengan menggunakan KRI Matabongsang-873 yang akan mengunjungi lima pulau, yakni Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Numfor, Pulau Bepondi, dan Pulau Yapen.

Pulau Bepondi menjadi salah satu tujuan strategis karena merupakan pulau terluar Indonesia di Samudra Pasifik yang berbatasan secara maritim dengan negara Palau. Kehadiran Rupiah layak edar di wilayah tersebut menjadi simbol nyata kedaulatan Indonesia di garis depan perbatasan.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan TNI AL, pemerintah daerah, dan berbagai mitra strategis guna memastikan stabilitas sistem pembayaran serta menjaga kedaulatan Rupiah hingga ke pulau-pulau terdepan, terluar, dan terpencil di Indonesia. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *