Gubernur Papua Tegaskan Cetak Sawah 2026 Harus Beri Manfaat Nyata bagi Petani

GGubernur Papua Matius D Fakhiri foto bersama pada Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Addendum Konstruksi Cetak Sawah Tahun 2026 se-Tanah Papua yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian di Kota Jayapura, Sabtu (5/9/2026) pagi.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan keberhasilan program konstruksi cetak sawah tahun 2026 tidak boleh hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para petani di Tanah Papua.

Hal tersebut disampaikan Fakhiri saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Addendum Konstruksi Cetak Sawah Tahun 2026 se-Tanah Papua yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian di Kota Jayapura, Sabtu (5/9/2026) pag

Menurut Fakhiri, program cetak sawah memiliki arti strategis karena tidak sekadar bertujuan menambah luas areal persawahan, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian pangan di Papua.

“Papua memiliki potensi lahan yang besar, namun potensi tersebut harus dikelola secara terencana agar mampu menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Fakhiri.

Ia menekankan, pelaksanaan program cetak sawah tidak boleh hanya berorientasi pada pembukaan lahan. Sejumlah aspek harus dipastikan sejak awal, mulai dari kelayakan lahan, kualitas konstruksi, ketersediaan sumber air dan sarana produksi, hingga kesiapan petani sebagai penerima manfaat.

“Keberhasilan kita bukan sekadar selesainya pekerjaan, tetapi hadirnya manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Fakhiri mengingatkan, jangan sampai pembukaan lahan selesai secara administratif, namun lahan tersebut belum mampu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani.

Karena itu, produktivitas pertanian harus menjadi perhatian utama agar lahan yang telah dibuka dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Program cetak sawah harus mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di masing-masing daerah,” katanya.

Evaluasi Harus Berdasarkan Data Lapangan

Dalam Rakor tersebut, Fakhiri meminta seluruh pihak melakukan evaluasi secara objektif, transparan, dan berdasarkan kondisi serta data lapangan.

Setiap pekerjaan yang telah selesai, masih berjalan, maupun mengalami kendala harus diidentifikasi secara jelas, termasuk penyebab dan solusi yang diperlukan.

Menurutnya, proses evaluasi penting untuk memastikan program cetak sawah tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Terkait pekerjaan yang membutuhkan addendum, Fakhiri meminta seluruh proses dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setiap usulan addendum wajib didukung data teknis, hasil pengukuran lapangan, dokumentasi, spesifikasi yang jelas, serta perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain aspek teknis, kondisi lokal juga harus menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan program. Di antaranya kesesuaian lahan, ketersediaan sumber air, aksesibilitas, serta kesiapan masyarakat dan petani.

Sinergi Pemerintah Jadi Kunci

Fakhiri menilai sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten, hingga pemerintahan di tingkat bawah menjadi kunci keberhasilan program cetak sawah 2026.

Ia meminta seluruh pihak mengutamakan kepentingan masyarakat dan memastikan anggaran yang digunakan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari kesejahteraan. Mari kita membangun Papua bukan hanya dengan membuka lahan, tetapi dengan menumbuhkan harapan, memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat,” ujar Fakhiri.

Pemerintah Provinsi Papua, lanjutnya, berkomitmen memastikan program cetak sawah 2026 berjalan efektif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas areal pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kemandirian masyarakat di Papua.

Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Papua melalui Papua Cerah, yakni mewujudkan transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *