Chaption Foto: Bupati Waropen FX Mote.
BIAK, Papuaterkini.com – Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote mengungkapkan bahwa Kabupaten Waropen memiliki potensi sumber daya alam berupa Blue Carbon yang sangat melimpah dan bernilai strategis. Potensi ini dinilai dapat menjadi kekuatan utama dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis lingkungan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mote di sela-sela kegiatan sosialisasi nota kesepahaman antara Kementerian Dalam Negeri RI, Kejaksaan Agung RI, dan Kepolisian Negara RI, yang digelar di Swiss-Belhotel Biak, Selasa (14/10/2025).
“Kabupaten Waropen memiliki kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya Blue Carbon. Ini merupakan potensi alam yang sangat berharga bagi Waropen,” ujar Bupati Mote kepada wartawan.
Ia menjelaskan, Waropen memiliki sekitar 26 hektare hutan mangrove yang menjadi sumber utama Blue Carbon. Hutan bakau tersebut berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, serta kini menjadi perhatian dunia sebagai aset lingkungan bernilai ekonomi tinggi.
“Kalau kita lihat hasil analisis sementara, justru di wilayah Saireri seperti Supiori, Biak, dan Yapen tidak memiliki potensi Blue Carbon sebesar Waropen. Jadi, kami punya kekayaan alam yang sangat istimewa,” jelasnya.
Berdasarkan perhitungan awal, kawasan mangrove seluas 26 hektare itu mampu menghasilkan sekitar satu triliun oksigen per tahun. Bupati Mote menilai, potensi tersebut bisa memberikan dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya dengan menjaga dan mengelola hutan bakau secara berkelanjutan.
“Jika kita ingin melakukan pembangunan apa pun di Waropen, kita harus sadar bahwa sumber daya alam kita masih sangat cukup untuk mendukungnya. Kuncinya adalah menjaga dan mengelola dengan benar,” tandasnya.
Lebih lanjut, Bupati Mote mengungkapkan bahwa hingga kini banyak pihak yang tertarik untuk bekerja sama dalam pengelolaan hutan bakau Waropen. Namun, pemerintah daerah belum memberikan izin karena masih menunggu penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Ia memastikan, ke depan Pemerintah Kabupaten Waropen akan membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan mangrove agar dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.
“Kita akan kelola hutan bakau ini dengan pihak ketiga, dan itu bisa menghasilkan uang tanpa kita harus merusak alam. Banyak lembaga dunia yang siap memberikan insentif karena kita menjaga paru-paru dunia,” tegasnya.
Dengan menjaga kelestarian hutan bakau, lanjut Bupati Mote, Waropen tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan global.
“Daerah lain mungkin harus bekerja keras mencari sumber ekonomi, tapi Waropen sudah disiapkan alamnya. Tugas kita hanya menjaga dan mengelolanya dengan bijak,” pungkasnya.(un)















