Rapat Forkopimda Bahas Situasi Keamanan, Bupati Yahukimo Tegaskan Tak Ada TNI-Polri Jadi Nakes atau Guru

Bupati Yahukimo DIdimus Yahuli, SH, MH memimpin rapat bersama Forkopimda Plus membahas situasi kemananan di Yahukimo, Sabtu, 21 Februari 2026.
banner 120x600

YAHUKIMO, Papuaterkini.com – Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menggelar pertemuan bersama Forkopimda Plus yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta seluruh Satuan Tugas di Kabupaten Yahukimo, Sabtu (21/2/2026).

Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya menjaga stabilitas keamanan dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal.

Sebelumnya, Bupati Didimus Yahuli juga telah melakukan dialog bersama tokoh masyarakat, tokoh gereja, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya guna membahas situasi keamanan terkini di Yahukimo.

Pertemuan ini digelar menyusul aksi mogok kerja tenaga kesehatan (nakes) akibat kekhawatiran terhadap jaminan keamanan. Namun demikian, pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan telah kembali berjalan.

“Pada dasarnya kami berdiskusi mengenai situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo. Terkait mogok kerja tenaga kesehatan, kami sudah melakukan rapat dan saat ini seluruh rumah sakit dan puskesmas sudah kembali membuka pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati Didimus Yahuli.

Dalam rapat Forkopimda Plus tersebut, Didimus Yahuli menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan Yahukimo yang aman, damai, dan tertib, serta mendorong masyarakat untuk saling mengasihi tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun latar belakang.

Ia juga meluruskan isu yang berkembang terkait dugaan penggunaan aparat TNI-Polri sebagai tenaga pengajar maupun tenaga medis. Menurutnya, sejak era kepemimpinan Bupati Ones Pahabol, kemudian masa kepemimpinan Bupati Abock Busup, hingga dirinya menjabat dua periode, tidak pernah ada kebijakan menggunakan TNI-Polri sebagai guru ataupun tenaga kesehatan.

“Tidak ada alasan untuk membenarkan tindakan kekerasan dengan dalih tenaga pendatang dijadikan aparat atau tenaga medis untuk tujuan tertentu. Tidak ada manusia yang berhak menghilangkan nyawa orang lain. Hanya Tuhan yang berhak mengakhiri hidup manusia,” tegasnya.

Bupati Didimus Yahuli menambahkan, berdasarkan masukan dari kepala suku, tokoh adat, dan tokoh gereja, seluruh elemen masyarakat pada prinsipnya menginginkan kehidupan yang damai dan tenteram di Yahukimo.

Karena itu, ia meminta seluruh unsur keamanan mengedepankan kolaborasi dan mengesampingkan ego sektoral. Menurutnya, koordinasi yang solid antar TNI, Polri, Satpol PP, hingga para kepala suku sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Jika Polri membutuhkan dukungan, TNI harus siap. Begitu juga Satpol PP dan para kepala suku. Semua harus saling mendukung demi terciptanya Yahukimo yang aman dan damai,” ujarnya.

Bupati Didimus juga menyampaikan apresiasi kepada Dandim, Kapolres, dan para perwira Satgas yang telah hadir dalam rapat tersebut. Ia menegaskan, tujuan utama dari seluruh pertemuan ini adalah mewujudkan tujuan Yahukimo Damai, Damai Sehat, Yahukimo Cerdas.

Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kabupaten Yahukimo optimistis situasi keamanan dapat terus kondusif sehingga pelayanan publik dan aktivitas masyarakat berjalan normal. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *