Kamp KKB di Kali Nabarua Nabire Dibongkar, Aparat Gabungan Amankan 561 Amunisi dan Uang Puluhan Juta

Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Dr Gustav Robby Urbinas, SH, SIK, MPd, MH bersama Wakil Panglima Operasi Habema Brigjen TNI Riyanto, SIP, MM, Danrem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol I Gede Era Adhinata, SIK, Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Patria Yuda Rahadian, SIK, MIK serta Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, SIK dalam pers conference terkait penggerebekan markas KKB di Nabarua, Nabire, Papua Tengah. 
banner 120x600

NABIRE, Papuaterkini.com — Aparat gabungan TNI-Polri membongkar kamp yang diduga milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kali Nabarua, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen, serta uang tunai puluhan juta rupiah.

Pengungkapan itu disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Nabire, Senin (2/3/2026) pukul 16.00 WIT, yang dipimpin Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Dr Gustav Robby Urbinas, SH, SIK, MPd, MH.

Hadir pula Wakil Panglima Operasi Habema Brigjen TNI Riyanto, SIP, MM, Danrem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol I Gede Era Adhinata, SIK, Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Patria Yuda Rahadian, SIK, MIK serta Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, SIK.

Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Gustav Urbinas menjelaskan, operasi penegakan hukum ini merupakan tindak lanjut Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.

Para pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), termasuk pimpinan kelompok berinisial AK, disangkakan melanggar Pasal 458 dan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana hingga penjara seumur hidup.

“Para pelaku saat ini masih dalam pengejaran aparat gabungan,” tegas Gustav.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kelompok bersenjata tersebut terdeteksi berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan mendirikan camp di sekitar Kali Nabarua. Di lokasi itu, mereka diduga menggelar pertemuan internal, menggalang dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di Kabupaten Nabire.

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri TNI kemudian melakukan penyekatan dan pemantauan intensif.

“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata,” ujar Gustav.

Setelah baku tembak, aparat berhasil menguasai lokasi. Sementara kelompok bersenjata melarikan diri ke arah hutan dan hingga kini masih diburu.

Dari lokasi camp, aparat menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazen, 12 unit telepon genggam, 5 unit alat komunikasi, Uang tunai puluhan juta rupiah, Bendera dan perlengkapan lainnya, Tiga tas berisi perlengkapan kelompok.

Sebagian magazen dan telepon genggam disebut merupakan hasil rampasan dari sejumlah insiden sebelumnya, termasuk kejadian di Lagari dan Kilometer 128 pada akhir 2025.

“Untuk amunisi lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh tim,” katanya.
Terkait uang tunai yang ditemukan, aparat masih menelusuri sumber dana yang diduga menjadi bagian dari dukungan logistik kelompok tersebut.

Dalam kontak tembak itu, satu anggota TNI dilaporkan mengalami luka akibat serpihan proyektil di bagian betis kanan.

Wakil Panglima Operasi Habema Brigjen TNI Riyanto, SIP, MM memastikan kondisi korban tidak serius dan telah mendapatkan penanganan medis.

“Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik,” ujarnya.
Aparat Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani, SSos, SIK, MH mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.

“Aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah,” tegasnya.

Hingga kini, aparat masih melakukan penyisiran di wilayah Kabupaten Nabire guna memastikan kelompok bersenjata tersebut tidak kembali melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *