Buka Rakorda Bangga Kencana 2026, Wagub Rumaropen Tekankan Percepatan Penurunan Stunting di Papua

Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen foto bersama usai membuka Rakorda Bangga Kencana 2026, Selasa, 14 April 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Wakil Gubernur Papua, Aryoko A.F Rumaropen, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Provinsi Papua Tahun 2026 yang digelar di Kota Jayapura, Selasa (14/4/2026).

Dalam sambutannya, Rumaropen menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor guna mempercepat pembangunan keluarga sekaligus menurunkan angka stunting di Tanah Papua.

Menurutnya, Rakorda tersebut memiliki peran strategis dalam menyatukan arah kebijakan, memperkuat komitmen, serta memastikan setiap program kependudukan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

\“Rakorda ini penting untuk menyatukan arah kebijakan dan memastikan pembangunan kependudukan benar-benar berdampak bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Rumaropen menjelaskan, Indonesia saat ini tengah berada dalam momentum bonus demografi yang menjadi peluang besar bagi percepatan pembangunan. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan jika didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

“Peluang ini akan menjadi kekuatan nyata apabila kita mampu menyiapkan SDM yang produktif, berkualitas, dan berkarakter,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan kependudukan dan keluarga menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan tersebut. Melalui Program Bangga Kencana, pemerintah diarahkan untuk mengelola kuantitas, meningkatkan kualitas, serta mengoptimalkan mobilitas penduduk secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Rumaropen juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan serius di Papua. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan dimulai dari lingkungan keluarga.

“Permasalahan stunting menyangkut kualitas generasi, sehingga penanganannya harus dimulai dari keluarga,” tegasnya.

Upaya pencegahan stunting, lanjutnya, harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Langkah tersebut mencakup pemenuhan gizi, pemberian ASI eksklusif, akses air bersih dan sanitasi, pola asuh yang baik, serta layanan kesehatan yang optimal.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak Papua.

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan kemanusiaan untuk menyelamatkan masa depan generasi Papua,” ujarnya.

Rumaropen turut menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan, fokus pada program yang berdampak signifikan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberhasilan implementasi Program Bangga Kencana.

Ia berharap Rakorda tersebut dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang implementatif dan memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting di Papua.

“Saya optimistis, dengan kerja sama semua pihak, Papua dapat menjadi daerah yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” katanya.

“Papua yang maju dimulai dari keluarga yang kuat dan berkualitas,” pungkasnya. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *