Sembilan Hari Pencarian, Tiga Korban Ledakan Bom di Biak Belum Ditemukan

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, didampingi sejumlah pimpinan instansi terkait saat memberikan keterangan pers mengenai penghentian operasi gabungan pencarian korban ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (Foto: Uni)
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Tim gabungan resmi menghentikan operasi pencarian korban ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor setelah berlangsung selama sembilan hari. Meski demikian, tiga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang hingga kini masih belum ditemukan.

Selama operasi pencarian berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia serta 94 serpihan tubuh manusia di lokasi kejadian.

Koordinator Operasi Basarnas Biak, Andarias, mengatakan seluruh temuan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua untuk proses identifikasi.

“Selama sembilan hari pencarian, ditemukan enam korban meninggal dunia. Selain itu, tim juga menemukan 94 serpihan tubuh. Pada hari kesembilan, sudah tidak ditemukan lagi serpihan maupun tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.

Sebanyak 10 sampel DNA telah diambil dari serpihan tubuh yang ditemukan dan dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta untuk dicocokkan dengan DNA tiga korban yang masih dinyatakan hilang.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dari Pusdokkes Polri sebagai bagian dari proses identifikasi korban.

“Kita tunggu hasilnya. Sampel-sampel dari serpihan tubuh manusia yang ditemukan selama operasi pencarian telah dibawa untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Kapolres.
Menurutnya, penghentian operasi pencarian dilakukan setelah tim gabungan tidak lagi menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban di lokasi ledakan.

“Setelah berlangsung selama sembilan hari, kami memutuskan operasi pencarian dihentikan karena sudah tidak ada lagi tanda-tanda baru. Namun, kami tetap akan melihat perkembangan lebih lanjut apabila ada informasi baru yang ditemukan,” ujarnya saat memberikan keterangan pers, Senin sore.

Selain fokus pada proses identifikasi korban, kepolisian juga terus melanjutkan penyelidikan terkait insiden ledakan tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh dan memeriksa sebanyak 28 saksi.

Kapolres menegaskan, penyelidikan akan terus dilakukan guna mengungkap secara lengkap penyebab dan kronologi ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II tersebut.

Hingga saat ini, tiga korban yang masih dinyatakan hilang masing-masing adalah Anes M (27), Lay Madura (45), dan Yulianus R (26). Ketiganya diketahui berprofesi sebagai nelayan.

Pihak keluarga korban kini masih menunggu hasil identifikasi DNA yang diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan. (un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *