KKN Uncen Kelompok 45, Sosialisasi Bullying di SD YPK Tabernakel

Oplus_131072
banner 120x600

Ketua KKN Kelompok 45, Elia Gabriel Howay, sedang menyampaikan sosialisasi pada murid SD YPK Tabernakel

Kepulauan Yapen, papuaterkini.com– Penempatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Cenderawasih di kampung-kampung sebagai bentuk ruang pengabdian yang nyata bagi mahasiswa untuk masyarakat.

Tujuan pengabdian kepada masyarakat, menerapkan ilmu dari kampus secara langsung, membantu menyelesaikan masalah warga, serta melatih mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, kerja sama tim, dan kedewasaan.

KKN Kelompok 45 melakukan program kerja sosialisasi bullying (perundungan, intimidasi dari kelompok kuat) di sekolah SD YPK Tabernakel, Kampung Kainui I, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, pada Senin (10/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif serta ramah bagi setiap anak didik

Ketua KKN Kelompok 45, Elia Gabriel Howay menyampaikan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi setiap anak didik. Tujuannya agar anak-anak dapat menerima pelajaran dari guru dengan baik jika suasana lingkungan kondusif dan ramah.

“Kami melakukan sosialisasi tentang dampak dan akibat dari bulying untuk anak kelas 4 sampai 6 di SD YPK Tabernakel, tujuan memberikan pengalaman dan ilmu kepada adik adik agar mereka belajar tentang bagaimana akibat dan dampak bulying sehingga adik adik dapat menghindarinya” kata Elia Gabriel Howay.

Selain sosialisasi bulying di sekolah, para mahasiswa juga menyampaikan 2 aspirasi yang dianggap paling krusial bagi masyarakat pada pemerintah atau dinas terkait, yakni menyangkut rumah hunian warga dan penyakit malaria.

“Mengingat tingginya kepadatan hunian di kampung ini dimana satu rumah dihuni oleh 3 sampai 4 kepala keluarga, pemerintah daerah diminta untuk menghadirkan program rumah subsidi bagi masyarakat dan meminta Puskesmas mengintensifkan pencegahan malaria diantaranya membagikan kelambu anti nyamuk pada masyarakat” ujarnya.

Angka malaria yang tinggi di wilayah ini juga berdampak pada mahasiswa yang KKN. Sejumlah mahasiswa saat ini terkena malaria hingga harus dilakukan perawatan di Puskesmas Menawi.

KKN Kelompok 45 ini juga melakukan pemetaan struktur kampung membangun dan memperbaiki tugu kampung untuk selamat datang dan selamat jalan.(AB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *