JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komisi IV DPR Papua bersama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) dan Dinas PUPR Provinsi Papua menggelar rapat koordinasi membahas kelanjutan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Siborgonyi di Kota Jayapura, Rabu (6/5/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y Betaubun, didampingi anggota Komisi IV. Hadir pula Direktur Utama PT AMJ Robongholo Nanwani, Entis Sutisna, serta Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Papua, Indra Rerungan.
Usai rapat, Joni Betaubun menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas tindak lanjut pembangunan SPAM Siborgonyi yang sempat terhenti pada 2024 akibat sejumlah kendala.
“Pada tahun 2024, pembangunan SPAM Siborgonyi sempat terhenti dan hari ini kita tindak lanjuti pertemuan-pertemuan yang sudah dilakukan PT AMJ Robongholo Nanwani bersama bapak gubernur dan rekomendasi Komisi IV DPR Papua terkait pekerjaan yang belum selesai tahun 2024,” ujar Joni.
Menurutnya, proyek tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Jayapura, khususnya di Distrik Jayapura Selatan dan Abepura.
Komisi IV DPR Papua, lanjut dia, berharap pembahasan dalam APBD Perubahan 2026 dapat mempercepat kelanjutan pembangunan proyek tersebut, termasuk pengembangan pemanfaatan Danau Sentani sebagai sumber air minum.
“Hari ini kita diskusikan termasuk bersama Dinas PUPR, dimana pada APBD Perubahan 2026 akan dilakukan review. Komisi IV DPR Papua berharap jika waktunya cukup, kalau bisa dituntaskan pembangunannya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT AMJ Robongholo Nanwani, Entis Sutisna, menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi IV DPR Papua terhadap keberlangsungan proyek SPAM Siborgonyi.
Ia menegaskan sumber air Siborgonyi sangat strategis dalam meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Jayapura.
“Kebetulan sumber air Siborgonyi sangat penting bagi kami dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama di Distrik Jayapura Selatan dan Abepura,” ujarnya.
PT AMJ Robongholo Nanwani juga berharap pembangunan pipa distribusi utama dan intake Siborgonyi dapat kembali dilanjutkan pada 2026 guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih.
Namun demikian, Entis mengakui proyek tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan pemalangan yang sebelumnya menyebabkan penghentian sementara pekerjaan.
Ia mengungkapkan bahwa pihak perusahaan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp500 juta guna menyelesaikan persoalan dengan masyarakat adat secara baik.
“Kami sendiri sudah mempersiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk nanti kita selesaikan dengan masyarakat adat,” ungkapnya.
Entis juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap penyiapan infrastruktur sumber air Siborgonyi.
“Sebenarnya sudah dilakukan Pemprov Papua, namun dengan adanya pemalangan tersebut menyebabkan penghentian sementara pembangunan. Mudah-mudahan bisa berlanjut pembangunannya tahun ini,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Papua, Indra Rerungan, mengatakan pembangunan intake Siborgonyi sebenarnya telah dimulai sejak 2024. Namun proyek tersebut terkendala persoalan teknis dan efisiensi anggaran pada 2025.
“Masuk tahun 2025 ada efisiensi anggaran, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Mudah-mudahan di perubahan, kalau cepat dilaksanakan dan jika anggaran tersedia, kami akan melaksanakannya dan paling lambat tahun 2027,” ujarnya.
Proyek Air Bersih Siborgonyi yang Sempat Mandek Kini Dibahas Lagi, DPR Papua Turun Tangan!
Jayapura Selatan dan Abepura Krisis Air? Proyek Siborgonyi Ditarget Dilanjutkan Tahun Ini
Terkendala Pemalangan, PT AMJ Siapkan Rp500 Juta Demi Kelanjutan Proyek Air Bersih
DPR Papua Desak Penyelesaian Intake Siborgonyi, Warga Jayapura Bisa Segera Nikmati Pasokan Air Baru
Setelah Sempat Terhenti, Proyek Strategis Air Bersih Papua Ditarget Rampung Paling Lambat 2027














