JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ketua Fraksi Papua Tengah Terang DPR Papua Tengah, Fransiskus Magai, mendesak Kapolda Papua Tengah segera memerintahkan Kapolres Mimika beserta jajaran untuk menuntaskan dan menangkap pelaku pembunuhan Pendeta Neles Peuki yang terjadi di Distrik Kapiraya.
Menurut Fransiskus, peristiwa tersebut telah terjadi sekitar satu bulan lalu, namun hingga kini aparat kepolisian dinilai belum mengungkap pelaku di balik kematian korban.
“Kejadian ini sudah terjadi satu bulan lalu, namun sampai saat ini pihak kepolisian belum mampu mengusut pelaku pembunuhan tersebut,” kata Fransiskus Magai, Rabu (18/2/2026).
Ia meminta Kapolda Papua Tengah turun langsung mengawal proses penegakan hukum, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah perbatasan Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai, yang dinilai rawan eskalasi konflik.
Minta Aktor Intelektual Ditangkap
Fransiskus yang juga menjabat Ketua DPW Partai Bulan Bintang Papua Tengah itu menegaskan, kasus pembunuhan Pendeta Neles Peuki telah menjadi konsumsi publik dan memicu keresahan masyarakat.
Ia menilai lambannya pengungkapan kasus dapat memperkeruh situasi sosial di Kapiraya.
“Kami minta segera tangkap aktor intelektual yang membuat konflik di Kapiraya. Siapapun yang menjadi dalang di balik terjadinya perang dua suku ini, harus segera ditangkap,” tegasnya.
Selain kasus pembunuhan, Fransiskus juga mendesak aparat kepolisian menangkap oknum yang terlibat dalam pembakaran fasilitas umum, seperti kantor distrik dan bangunan lainnya, termasuk rumah warga.
“Aparat kepolisian kami minta untuk tidak melakukan pembiaran. Semua oknum yang terlibat dalam konflik itu harus segera ditangkap,” ujarnya.
Soroti Tambang Ilegal dan Video Provokasi
Dalam pernyataannya, Fransiskus turut meminta aparat menindak pemilik perusahaan ilegal yang beroperasi di wilayah Kapiraya serta menghentikan sementara aktivitas eksploitasi pertambangan yang dinilai berpotensi memicu konflik.
Ia juga meminta aparat menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan video provokatif di media sosial yang diduga memperkeruh situasi dan memancing konflik antarwarga.
Fransiskus berharap Kapolda Papua Tengah segera mengambil langkah cepat dan terukur sebelum situasi keamanan di Kapiraya semakin memanas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut. (bat)















